Wawancara Tokoh

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali I Nyoman Gede Anom, Bali Siap Jika Pandemi Jadi Endemi

Berikut petikan wawancara khusus Tribun Bali dengan Gede Anom di Kantor Dinas Kesehatan Bali, Renon

Tribun Bali/Ni Luh Putu Wahyuni Sari
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali baru yakni I Nyoman Gede Anom ketika ditemui di Dinkes Provinsi Bali. 

Karena imbauan pemerintah mudik dengan booster itu juga punya efek luar biasa untuk permintaan booster di Bali.

Sebelum ada peraturan mudik, dalam sehari jumlah masyarakat yang melakukan vaksinasi Covid-19 booster 35 sampai 40 ribu orang per bulan.

Apakah ada ditemukan kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) berat dari aktivitas penyuntikan vaksin Covid-19 booster di Bali?

Kami dapat laporan dari Puskesmas dan rumah sakit, namun tidak sampai masuk RS dan dirawat. Dia ringan seperti kepala terasa pusing.

Bagaimana dengan adanya vaksin Covid-19 kedaluwarsa yang ditemukan di Bali?

Vaksin kedaluwarsa terjadi karena pemberian vaksin Covid-19 dari pemerintah pusat cukup besar kala itu.

Vaksin Covid-19 jenis AstraZeneca ini juga cukup cepat mengalami kedaluwarsa karena dalam situasi emergency vaksin paling lama tahan 6 bulan sampai satu tahun.

Ini kita sudah mengalami Covid-19 selama 2 tahun.

Jadi kita tidak bisa terhindar.

Saya rasa itu nggak terlalu berpengaruh ya dan kita harapkan disimpan dengan baik vaksin itu karena kita tunggu dari BPOM dan pusat apakah ada perpanjangan lagi untuk masa kedaluwarsa.

Untuk vaksinasi Covid-19 pada anak-anak bagaimana?

Untuk vaksinasi anak-anak, kini hanya diperbolehkan menggunakan vaksin Covid-19 jenis Sinovac.

Hal ini karena vaksin Covid-19 jenis Sinovac mulai menipis stok atau ketersediaannya.

Memang (Sinovac hanya untuk anak-anak). Karena kita mengejar untuk anak-anak usia 6 hingga 11 tahun itu untuk anak memang masih menggunakan Sinovac.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved