Berita Klungkung

Wisatawan Dipungut Rp75 Ribu di Molenteng Nusa Penida, Pengelola Destinasi Diminta Hentikan Pungutan

Ini menyusul pengaduan HPPNP (Himpunan Penggiat Pariwisata Nusa Penida) terkait adanya pungutan di dua destinasi wisata tersebut

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Forkopincam Nusa Penida saat turun ke Destinasi Diamond Beach dan Molenteng, terkait keluhan adanya pungutan di destiansi tersebut. 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Jajaran Forkopincam (Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan) Nusa Penida menyambangi Objek Wisata Diamond Beach dan Bukit Molenteng di Dusun Pelilit Desa Pejukutan, Kamis (7/4/2022).

Ini menyusul pengaduan HPPNP (Himpunan Penggiat Pariwisata Nusa Penida) terkait adanya pungutan di dua destinasi wisata tersebut.

Kepolsek Nusa Penida Kompol I Gede Redastra, bersama Camat Nusa Penida I Komang Widyasa Putra dan Wadanramil 1610-04/ Nusa Penida, Kapten Inf I Made Purwadi dan jajarannya menyambangi dua destinasi wisata di Desa Pejukutan, yakni di Diamond Beach dan Molenteng.

Kedua destinasi itu diketahui melakukan pungutan ke wisatawan, walaupun Pemda Klungkung telah melakukan pungutan retribusi resmi saat masuk kawasan Nusa Penida.

Baca juga: Puluhan Keris Khas Klungkung Akan Dipamerkan Seangkaian Hari Tumpek Landep

Namun saat menyambangi dua destinasi itu, rombongan hanya bertemu dengan para pegawai.

Dari hasil pengecekan Forkopincam dan berdasarkan informasi seorang pegawai molenteng, Ngurah Bujana, diketahui selama ini untuk akses masuk ke kawasan Wisata Molenteng, wisatawan dikenakan biaya sebasar Rp 10.000 per orang.

Bahkan ada beberapa spot foto yang terdiri dari tiga lokasi, masing-masing lokasi foto dikenakan biaya Rp75.000.

Sama halnya di destiansi Molenteng, di Diamond Beach rombongan Forkopincam Nusa Penida hanya bertemu dengan seorang pegawai.

"Nanti apa yang menjadi pesan dari pihak kecamatan akan kami kampikan ke pengelola," ujar seorang pegawai di Destinasi Diamond Beach, Pande.

Camat Nusa Penida I Komang Widyasa Putra menegaskan, di dua destianasi itu memang masih dilakukan pola pemungutan ke wisatawan saat masuk ke destinasi wisata.

Pihaknya selain mengecek, juga memberikan pembinaan dan peringatan ke pengelola destinasi tersebut.

" Bahwa secara prinsip tidak ada pelarangan terhadap usaha maupun aktivitas usaha, sepanjang sudah resmi atau usahanya sudah berizin," ungkap Widyasa Putra.

Karena belum mengantongi izin, kedua destinasi wisata itu diminta tidak lagi melakukan punggutan ke wisatawan. Apalagi kedua destinasi itu "menjual" keindahan alam yang merupakan milik umum.

"Ketika sudah ada fasilitas yang telah disediakan pengelola di masing-masing destinasi tersebut, itupun harus ada izin atau legalitasnya untuk menarik pungutan," tegasnya.

Baca juga: Kunjungan Pertama Setelah 2 Tahun, Turis Polandia Berwisata ke Objek Kertha Gosa Klungkung

Sementara Kapolsek Nusa Penida Kepolsek Nusa Penida Kompol I Gede Redastra menegaskan, dari fakta yang ditemui di lapangan, sebenarnya pihaknya sudan bisa melalukam penegakam hukum dan sudah terbukti dengan adanya pungutan yang dilakukan.

" Namun kami tidak melakukan hal itu, kami mengedepankan tindakan persuasif dengan tujuan mencari solusi yang terbaik," ungkap Redastra.

Menurutnya objek di kawasan Diamond Beach merupakan milik umum. Termasuk pemandangan yang ditawarkan di Destiansi Molenteng merupakan milik umum. Sehingga sebaiknya mengurus perizinan jika membangun fasilitas akomodasi wisata di kawasan itu.

"Terkait penyedian fasilitas seperti toilet dan parkir, silakan diurus izinnya. Sehingga dalam pelaksanaan di lapangan tidak menyalahi aturan. Jika tidak segera mengurus izin dan masih melakukan pungutan, kami melakukan tindakan tegas tentu sesuai aturan hukum yang berlaku," tegasnya. (*)

Artikel lainnya di Berita Klungkung

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved