Berita Bali
MENGENAL Canang Sarana Upakara Hindu di Bali: Dari Canang Genten, Canang Sari hingga Canang Oyod
MENGENAL Canang Sarana Upakara Hindu di Bali: Dari Canang Genten, Canang Sari hingga Canang Oyod
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Widyartha Suryawan
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - MENGENAL Canang Sarana Upakara Hindu di Bali: Dari Canang Genten, Canang Sari hingga Canang Oyod.
Umat Hindu di Bali sangat lekat dengan berbagai ritual.
Salah satu sarana upakara yang umumnya selalu ada dalam berbagai ritual itu adalah canang.
Canang terdiri dari janur yang dibentuk persegi atau dikenal dengan nama canang ceper.
Canang berisi porosan, bunga, kembang rampe, dan lain sebagainya.
Ada beberapa jenis canang lainnya yang dikenal oleh umat Hindu Bali, termasuk diantaranya canang genten, canang sari, hingga canang oyodan.
Inilah beberapa jenis canang yang dikenal di Bali:
1. Canang Genten
Canang genten dibuat beralaskan janur atau daun pisang berbentuk segi empat.
Di atasnya diisi plawa baik daun dan bunga-bungaan serta porosan.
Canang genten juga diisi rangkaian janur kojong. Paling atas diisi bunga-bunga, pandan arum atau kembang rampe dan wangi-wangian termasuk minyak wangi.
2. Canang Buratwangi
Canang buratwangi memiliki ciri khas bentuk alas sama seperti canang genten, namun berisi tiga buah tangkih.
Tangkih pertama canang buratwangi berisi buratwangi atau campuran akar berbau harum, cendana, majegau, dan sebagainya.
Tangkih kedua diisi minyak lengawangi berwarna hitam dari berbagai campuran.
Sedangkan tangkih ketiga berisi minyak lengawangi berwarna putih.
3. Canang tubungan
Canang tubungan memiliki bentuk sama seperti canang genten.
Hanya saja porosan dari daun sirih, yang masih menyatu dengan cabangnya sebanyak lima helai.
Canang tubungan dibentuk sedemikian rupa sehingga membentuk huruf X.
4. Canang tadah pawitra atau tadah sukla
Canang tadah pawitra atau tadah sukla juga berbentuk seperti canang genten.
Canang tadah dilengkapi kacang putih, komak, ubi, dan pisang kayu yang masih mentah.
Semua bahan dicampur dan digoreng, lalu ditempatkan pada sebuah tangkih.
5. Canang Sari
Canang sari terdiri dari dua bagian yakni bawahnya berbentuk segi empat untuk menempatkan pisang emas, jajan kekiping, tebu, plawa, dan porosan.
Kemudian bagian atasnya dibuat dengan bentuk uras sari, untuk menempatkan bunga, beras kuning dan wangi-wangian.
6. Canang pangrawos
Canang pangrawos, alasnya taledan berisi pelekir di setiap sisinya dan berbentuk hiasan segi tiga.
Pada setiap sudutnya diisi sebuah kojong berisi pinang, gambir, tembakau, dan kapur.
Di tengahnya berisi beberapa lembar daun sirih, dan kadang dilengkapi rokok.
Di atasnya disusun dengan sebuah taledan, atau ceper dan didalamnya berisi tangkih diisi beras kuning serta minyak wangi.
Kemudian paling atas barulah berisi bunga-bunga sebagai pengganti bunga, dan dapat diisi canang sari atau canang buratwangi.
Canang ini biasanya menyertai upacara perayunan.
7. Canang pasucian
Canang pasucian atau pabersihan, dengan alasnya berbentuk ceper berisi tujuh jenis alat-alat pasucian diri.
Seperti sisig atau pembersih gigi, ambuh untuk keramas.
Berikutnya berisi kekosok putih atau lulur putih, kekosok kuning atau lulur kuning.
Tepung tawar, wija atau sesarik dari beras dicampur air cendana. Tatebus dari benang warna putih dan minyak kelapa atau minyak wangi.
8. Canang maraka
Canang maraka beralaskan ceper berisi sedikit jajan, pisang, dan buah-buahan serta tebu.
Sampiannya disebut ari keliki berbentuk kojong dilengkapi dengan plawa, porosan, dan bunga serta wewangian.
Canang maraka ketika digunakan dilengkapi canang genten. Jika bahan-bahan perlengkapan diperbanyak dan disusun sedemikian rupa sehingga tersusun rapi disebut gebogan.
9. Canang rebong
Canang rebong dibuat dengan alas dari dulang kecil.
Di tengah dulang dipancangkan sebatang pohon pisang yang tidak begitu besar untuk tempat memancangkan bunga yang ditusuk dengan lidi. Lalu diisi sesrojan dari janur.
Perlengkapan lainnya, beras kuning, air cendana, lengawangi dan buratwangi, tadah pawitra dan masing-masing dialasi tangkih, pisang mas, jaja kekiping. Lalu di atasnya diisi bunga-bunga agar terlihat indah.
10. Canang oyodan
Canang oyodan memiliki alas wakul berbentuk lonjong dan bisa pula dengan dulang.
Perlengkapan seperti pada canang rebong. Ditambah sebuah tumpeng, nyahnyah gula kelapa. Dan di atasnya diisi bunga serta hiasan dari rangkaian janur. (*)