Berita Gianyar

DPRD Soroti Perbedaan Data Luas Sawah antara Pemkab Gianyar dan Pusat, Selisih 2.500 Hektar

Di sana terungkap ada ketidak selarasan data luas tanah sawah yang dipegang Pemkab Gianyar dengan data Pemerintah Pusat. Dalam data Pemkab Gianyar.

Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Marianus Seran
istimewa
DPRD Gianyar, Bali menggelar rapat kerja dengan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Senin 11 April 2022. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - DPRD Gianyar, Bali menggelar rapat kerja dengan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Senin 11 April 2022 siang. 

Di sana terungkap ada ketidak selarasan data luas tanah sawah yang dipegang Pemkab Gianyar dengan data Pemerintah Pusat.

Dalam data Pemkab Gianyar, luas tanah sawah ada di Gianyar hanya 8.000an hektare.

Sementara data Pemerintah Pusat 10.500 hektare.

Ketimpangan data tersebut dinilai berpengaruh terhadap kepengurusan izin di Gianyar.

Karena hal tersebut, Dewan pun meminta agar ekskutif memverifikasi agar diperoleh data yang akurat.

Baca juga: Lowongan Kerja Gianyar, Dibuka Loker Posisi IT dan Grafis Penempatan Gianyar

Sebab ditakutkan, data yang dipegang pemerintah pusat justru memasukkan sejumlah lahan yang bukan sawah. Seperti lahan stadion dan tanah LC.

Ketua DPRD Gianyar, I Wayan Tagel Winarta saat ditemui usai rapat membenarkan hal tersebut.

Menurut dia, dalam Perda RTRW Gianyar menetapkan 8000-an hektar.

Dimana sawah tersebut masuk dalam Lahan Sawah Dilindungi (LSD). Sedangkan data Dirjen Pengendalian Kementerian PUPR sebanyak 10.500 hektar.

“Jangan sampai stadion masuk sawah, LC masuk sawah juga,” jelasnya.

Dia mengatakan, ketimpangan 2500 hektar itu akan berpengaruh pada pengurusan izin pembangunan. Dan, bisa saja investor akan menjadi korban ketidakakuratan data ini.

“Kalau ini dibiarkan, investor akan lari. Ada yang sudah punya izin prinsip, izin lokasi, lahan sudah penuh bangunan, tiba-tiba masuk dalam daftar sawah dilindungi,” jelasnya.

Baca juga: BLT Minyak Goreng Cair, Suwat dan Sumita Penerima Perdana di Gianyar

Politikus PDIP asal Tampaksiring tersebut pun mengungkapkan, persoalan karena data ini sudah memakan korban.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved