Berita Nasional

Ditarik dari Pasaran, BPOM Minta Masyarakat Tak Beli dan Konsumsi Kinder Joy

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) meminta masyarakat untuk tidak membeli produk cokelat dari merek Kinder.

Foto Gugus Tugas Covid-19
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito saat jumpa pers di Kantor Presiden, Selasa 1 September 2020. 

TRIBUN-BALI.COM – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) meminta masyarakat untuk tidak membeli produk cokelat dari merek Kinder.

Hal tersebut disampaikan Kepala BPOM Penny K Lukito.

Penny meminta masyarakat untuk tidak membeli ataupun mengkonsumsi coklat milik Kinder tersebut lantaran akan ditarik dari pasar oleh pemilik izin edar seiring dengan penghentian sementara peredaran produknya.

"(Cokelat Kinder Joy) akan ditarik oleh pemilik izin edar, tentunya masyarakat jangan membeli dan makan dulu," kata Penny dikutip Tribun-Bali.com dari Kompas.com pada Selasa 12 April 2022 dalam artikel berjudul BPOM: Kinder Joy Akan Ditarik oleh Pemilik Izin Edar.

Penny menjelaskan jika pihaknya saat ini tengah melakukan uji sampel secara acak terhadap produk coklat Kinder Joy Tersebut.

Namun, ia pun tidak menjelaskan secara rinci kapan hasil pengujian dan random sampling tersebut diumumkan ke publik.

Baca juga: Promo Alfamart TERBARU 12-15 April 2022, Bebelac Bonus Rp6.000, Rose Brand Rp10.000, Serba Gratis

"BPOM sedang melakukan pengujian untuk produk yang beredar di Indonesia, karena ini makanan snack anak-anak, kami kedepankan kehati-hatian," ujarnya.

Penarikan Kinder Joy

BPOM sebelumnya mengatakan, penarikan coklat Kinder dilakukan sampai dipastikan produk tersebut tidak mengandung cemaran bakteri Salmonella.

BPOM mengatakan, penghentian sementara peredaran produk dilakukan dengan prinsip kehati-hatian, meski coklat merek Kinder yang ditarik di negara-negara Eropa berbeda dengan cokelat merek Kinder yang terdaftar di BPOM RI.

"BPOM mengawal dan memastikan penghentian peredaran tersebut dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku," tulis BPOM dalam keterangan resmi dikutip Tribun-Bali.com dari Tribunnews.com pada Selasa 12 April 2022 dalam artikel berjudul Kandungannya Sedang Diteliti, BPOM Minta Masyarakat Tak Beli dan Mengonsumsi Kinder Joy.

BPOM juga mengimbau masyarakat yang masih menemukan produk cokelat merek Kinder yang tidak terdaftar di BPOM, agar melaporkan ke BPOM melalui Contact Center HALOBPOM atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Balai Besar/Balai/Loka POM di seluruh Indonesia.

Keputusan ini berdasarkan diterbitkannya peringatan publik (Food Alert) oleh Food Standard Agency/FSA Inggris yang diikuti oleh sejumlah negara di Eropa, antara lain Irlandia, Prancis, Jerman, Belanda, dan Swedia, terkait penarikan produk cokelat Kinder Surprise.

Pada 2 April 2022, FSA Inggris menerbitkan peringatan publik terkait penarikan secara sukarela produk cokelat merek Kinder Surprise karena diduga terkontaminasi bakteri Salmonella (non-thypoid) dengan gejala ringan yang ditimbulkan adalah diare, demam, dan kram perut. Korban yang terdampak sebanyak 63 orang anak-anak, namun tidak sampai menyebabkan kematian.

Adapun produk yang ditarik FSA Inggris adalah produk cokelat merek Kinder Surprise dalam kemasan tunggal 20 gram dan kemasan isi 3 @20 gram, dengan batas tanggal kedaluwarsa masing-masing produk sampai dengan tanggal 7 Oktober 2022.

Baca juga: ALASAN Ade Armando Ikut Aksi Demo Aliansi BEM SI, Hingga Kondisi Terkini Usai Pengeroyokan

Maka untuk kehati-hatian, penarikan produk diperluas dengan menambahkan beberapa varian, yaitu produk merek Kinder Surprise kemasan 100 gram, Kinder Mini Eggs kemasan 75 gram, Kinder Egg Hunt Kit kemasan 150 gram, dan Kinder Schokobons kemasan 200 gram dengan tanggal kedaluarsa 20 April 2022-21 Agustus 2022. Semua produk cokelat Kinder tersebut diproduksi oleh Ferrero N.V/S.A di Belgia.

"Keseluruhan produk cokelat merek Kinder yang ditarik tersebut di atas tidak terdaftar di BPOM. Produk merek Kinder yang terdaftar di BPOM berasal dari India dengan nama varian produk antara lain Kinder Joy, Kinder Joy for Boys, dan Kinder Joy for Girls. Produk tersebut diproduksi oleh Ferrero India PVT, LTD," sebut BPOM.

(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved