Berita Karangasem

 APAD dan BPBD Karangasem Akan Bentuk Desa Wisata Tangguh Bencana  

Asia Pacifik Alliance For Disaster Menagement (APAD) kerja sama dengan BPBD Karangasem akan membentuk desa wisata tangguh bencana

Penulis: Saiful Rohim | Editor: Irma Budiarti
Istimewa
APAD bersama BPBD Karangasem berkoordinasi terkait rencana pembentukan desa wisata tangguh bencana di Kabupaten Karangasem, Bali. 

TRIBUN-BALI.COM, KARANGASEM - APAD dan BPBD Karangasem Akan Bentuk Desa Wisata Tangguh Bencana.

Asia Pacifik Alliance For Disaster Menagement (APAD) kerja sama dengan BPBD Karangasem akan membentuk desa wisata tangguh bencana.

Program diprioritaskaan untuk daerah wisata yang dekat atau berdampingan dengan beencana alam.

Kepala BPBD Karangasem IB Ketut Arimbawa mengatakan, rencana dibentuk desa wisata tangguh bencana bertujuan untuk memperkuat daya tahan dunia usaha saat terjadi bencana.

Satu diantaranya dengan memperkuat desa wisata saat terjadi bencana alam.

"Tujuannya untuk membentuk dan memperkuat daya tahan dunia usaha saat terjadi bencana, seperti sektor pariwisata. Sehingga wisatawn yang berkunjung tetap nyaman dan aman. APAD dan BPBD sudah berkoordinasi terkait ini," kata Ketut Arimbawa, Kamis 14 April 2022 siang hari.

Dari hasil koordinasi sementara, kemungkinan APAD bersama BPBD Karangasem akan fokus menggarap desa wisata di Kecamatan Kubu.

Seperti di Tulamben, Kubu, Baturinggit, dan lainnya.

Kecamataan Kubu dipilih lantaran berdampingan serta sangat berpotensi terjadi bencana alam.

"Kecamatan Kubu ini dekat dengan guunung berapi, laut, bukit, serta kondisi tanah dilalui sesar. Sehingga berdampingan dengan bencana. Potensi bencana sangat tinggi. Seperti longsoran, tsunami, air pasang, erupsi, dan gempa," tambah IB Arimbawa, mantan Kabid Damkar Kabupaten Karangasem.

Ditambahkan, kegiatan yang dilaksanakan APAD bersama BPBD Karangasem akan menyasar desa yang masuk KRB erupsi gunung dan banyak ditemukan ada akomodasi.

Desa wisata jadi sasaran dalam memperkuat daya tahan bencana.

Rencana dilakukan 3 - 5 kegiatan untuk penguatan kapasitasnya.

"Dalam kegiatan ini BPBD Bali akan membentuk fasilitator desa wisata tangguh. Kegiatan kemungkinan dilakukan pertengahan Mei - Juni," tambah pejabat asal Kabupaten Singaraja ini.

Pihaknya beerharap kegiatan bisa berjalan lancar dan tidak ada hamabatan.

(*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved