Berita Badung

Penggusuran Puluhan Bangunan di Pantai Berawa Canggu, Kadek: Gelisah Tapi Gimana Lagi

Warung lokal yang berjejeran di sepanjang Pantai Berawa, harus menerima kenyataan pahit. 

Tribun Bali / Arini Valentya Chusni
Beberapa warung yang berjejeran di sekitar Pantai Berawa, Canggu 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Arini Valentya Chusni

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Warung lokal yang berjejeran di sepanjang Pantai Berawa, harus menerima kenyataan pahit. 

Padahal, Pantai Berawa yang cukup terkenal di kawasan Canggu ini diminati wisatawan baik domestik maupun mancangera karena banyak tersedia warung lokal yang menjual makanan dan minuman dengan harga yang normal.

Berwisata di Pantai Berawa bisa dikatakan murah karena hanya membayar parkir dan tersedia pedagang yang menjual dagangannya lebih murah dibandingkan beberapa beach club di Pantai Berawa.

Warung- warung tersebut merupakan pendapatan utama bagi warga sekitar yang memang mencari nafkah dari potensi wisata di Pantai Berawa.

Namun kini para pemilik warung lokal sekitar Pantai Berawa, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara sedang waswas karena lapaknya berjualan terancam dibongkar pemerintah setempat.

Baca juga: Setelah Lebaran, Satpol PP Badung Akan Bongkar 20 Bangunan di Pantai Berawa

Baca juga: Nikmati Sunset Terbaik di Finns Beach Club, View Pantai Berawa Canggu

Baca juga: Puluhan Bangunan Langgar Sepadan Pantai Berawa, Satpol PP Badung: Itu Nanti Akan Dibongkar

Seperti Kadek, salah satu pemilik warung di Pantai Berawa menyatakan kegelisahannya dengan adanya aturan tersebut. 

"Saya sudah mendengar adanya pemerataan bangunan sampai pertengahan Mei bulan depan, bahkan KTP saya sudah sempat disita oleh Satpol PP, tapi saya perjuangkan hak saya karena menurut saya bangunan yang melanggar aturan tersebut terbuat dari batako, sedangkan warung saya terbuat dari bambu," terang Kadek pada Tribun Bali, Jumat (15/04/2022).

Total ada sekitar 30 bangunan yang akan dibongkar lantaran dianggap tak mengantongi izin resmi.

Sebab Pantai Berawa akan ditetapkan menjadi Daerah Tujuan Wisata (DTW), maka sesuai hasil kesepakatan bersama, pemilik diberikan toleransi mulai 1 April 2022 hingga 15 Mei 2022. 

Kesepakatan itu dibuat saat rapat antar stakeholder terkait pada 18 Maret 2022 di kantor Desa Tibubeneng.

Menanggapi hal tersebut, Kadek mendapat dukungan para tamu dan pelancong yang sering menghabiskan waktu bersantai di warungnya.

"Sampai-sampai tamu saya baik lokal maupun bule akan membela warung- warung di Pantai Berawa ini agar tidak terjadi penggusuran karena mereka juga bingung mau bersanti dimana lagi," tambah Kadek.

Saat ditanya bagaimana kelanjutan dari warungnya dan pekerjaannya, Kadek hanya berharap yang terbaik. Jika memang sudah rezekinya, maka ia akan membuka warung di tempat lain.(*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved