Berita Karangasem

BPBD Karangasem Gelar Sosialisasi dan Edukasi Kebencanaan di SDN 5 Subagan

BPBD Karangasem Gelar Sosialisasi dan Edukasi Kebencanaan di SDN 5 Subagan

Penulis: Saiful Rohim | Editor: Irma Budiarti
Istimewa
BPBD Karangasem gelar kegiatan sosialisasi serta edukasi penanggulangan bencana gempa bumi, Selasa 19 April 2022. 

TRIBUN-BALI.COM, KARANGASEM -  BPBD Karangasem Gelar Sosialisasi dan Edukasi Kebencanaan di SDN 5 Subagan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karangasem gelar kegiatan sosialisasi serta edukasi penanggulangan bencana gempa bumi, Selasa 19 April 2022.

Kegiatan ini dilakukaan di SDN 5 Subagan, Kelurahan Subagan, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem, Bali.

Sekretaris Daerah (Sekda) Karangasem Ketut Sedana Merta mengatakan, sosialisasi dan edukasi tentang bencana gempa bumi sangat penting.

Harapannya agar guru serta siswa paham terkait kebencanaan, diantaranya mitigasi, penyelamatan saat ada bencana gempa, dan lainnya.

"Sosialisasi dan edukasi peenanggulangan bencana gempa bumi sangat penting. Sehingga siswa dan guru paham akan kebencanaan. Apalagi Karangasem daerah yang dilalui patahan sesar," jelas Ketut Sedana Merta setelah kegiatan sosialisasi.

Melalui kegiatan ini nantinya siswa tidak cepat panik saat terjadi gempa.

Seandainya sulit keluar bisa sembunyi di bawah meja untuk antisipasi kemungkinan terburuk.

"Semoga ilmu ini bermanfaat. Kegiatan edukasi kebencanaan sangat penting untuk masyarakat," ungkap Merta.

Kepala BPBD Karangasem IB Ketut Arimbawa menjelaskan, edukasi kebencanaan terkait gempa bumi dipilih karena Kabupaten Karangasem dilalui patahan sesar.

Ditambah lagi belum adanya alat pendeteksi peringatan gempa, sehingga pemahaman terkait kebencanaan sangat perlu diberikan sejak dini.

Digelarnya sosialisasi dan edukasi kebencanaan gempa bumi bertujuan mengedukasi masyarakat dan siswa saat ada bencana.

Pertama, yang bersangkutan tidak panik saat terjadi bencana.

Kedua, yakni 10 risiko bencana berpotensi terjadi di Kabupaten Karangasem cukup tinggi karena kondisi geografisnya.

Seperti potensi terjadinya bencana erupsi gunung api, bencana tsunami karena banyak pesisir pantainya, gempa, tanah longsor, banjir, pohon tumbang, banjir bandang, angin topan, kekeringan, air pasang.

Kabupaten Karangasem masuk urutan 100 besar daerah rawan terkena bencana sesuai Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI).

Dimana Bumi Lahar berada di urutan 93 daerah risiko bencana se-Indonesia.

Penetapan daerah rawan bencana meengacu dari beberapa parameter yang telah ditentukan.

(*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved