Berita Denpasar

Bulog Kanwil Bali Distribusikan 300 Ton Kedelai Jelang Lebaran 2022 

Bulog Kanwil Bali lakukan pendistribusian sebanyak 300 ton kedelai keseluruh Provinsi Bali.

Tribun Bali/Luh Putu Wahyuni Sari
Bulog Kanwil Bali lakukan pendistribusian sebanyak 300 ton kedelai keseluruh Provinsi Bali. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR -   Bulog Kanwil Bali lakukan pendistribusian sebanyak 300 ton kedelai keseluruh Provinsi Bali.

Mohamad Alexander selaku Pimpinan Bulog Wilayah Bali mengatakan kegiatan ini dalam rangka untuk menstabilkan harga kedelai untuk para pengrajin tahu dan tempe khususnya di Provinsi Bali. 

"Hari ini, Selasa 19 April 2022 kita melakukan launching penyaluran kedelai ke Koperasi Produsen Tempe dan Tahu Indonesia (Kopti) dimana memang Bulog bekerjasama dengan Pusat Koperasi Tahu Tempe Indonesia (Puskopti) untuk kedelai tersebut," ujarnya. 

Total rencana pendistribusian kedelai secara nasional adalah 300 ribu ton perbulan.

Untuk porsi di Bali pihaknya akan menyalurkan sebanyak 300 ton dan rencananya sampai tanggal 29 April 2022, pihaknya kan terus melakukan distribusi kedelai ini untum Kopti Provinsi Bali.

Baca juga: Perum Bulog Sebut Stok Beras di Bali Aman, Mencapai 3.656 Ton

Baca juga: Jelang Puasa Ramadhan, Perum Bulog Kanwil Adakan Operasi Pasar Murah di Denpasar 

Baca juga: Harga Beras Masih Meningkat hingga Februari 2022, Ini Penjelasan Bulog

"Mudah-mudahan bisa dapat menstabilkan harga kedelai khususnya bagi pengrajin tahu tempe di Bali," harapnya. 

Harga kedelai impor yang didistribusi ini adalah Rp. 10.350 ribu perkilogram nya. Namun ketika didistribusika ke Kopti harga tersebut subsidi Rp. 1 ribu perkilogramnya.

Sehingga harga jual untuk pengrajin tahu dan tempe yakni sejumlah Rp. 11.350 perkilogramnya. 

"Untuk harga dipasaran saya pikir karena kedelai impor tentunya juga pasti lebih tinggi dari harga kedelai yang ada dipasaran. Kita berikan subsidi karena memang bantuan pemerintah, kepada para pengrajin tahu tempe agar bisa menikmati selisih harga dan memproduksi tahu tempe secara masiv," imbuhnya. 

Untuk pendistribusian ini sejumlah 300 ton, dan untuk tahap berikutnya  sebanyak 689 ton yang akan berlangsung sampai dengan bulan Juli 2022.

Pihaknya juga akan memantau bagaimana kestabilan atau perkembangan harga dari kedelai.

Untuk selanjutnya ia juga masih menanti keputusan dari pemerintah pusat apakah program ini akan berlanjut, atau tidak. 

Pendistribusian ini juga berkaitan dengan menjelangnya hari raya Idul Fitri.

Baca juga: BUMN CSR Awards 2021 Nilai Perum BULOG Kanwil Bali Luar Biasa Dalam Laksanakan Program TJSL

Baca juga: Pastikan Kondisi Beras Baik, Perum Bulog Divre Gandeng DNR Corporation Turun ke Pererenan Badung

Baca juga: Jokowi Batalkan Impor Beras, Nyoman Parta Dukung Pemerintah Beri Sokongan Dana Buat Bulog

Alokasi kedelai untuk Bali ini kurang lebih berjumlah 689 ton perbulan.

Untuk kedelai dengan jumlah 300 ton ini merupakan tahap awal. 

"Karena memang sudah mendekati menjelang hari raya Idul Fitri sehingga kemampuan dari pihak Kopti 300 ton. Jadi memang sudah dirinci, floating berapa kemampuan masing-masing Kopti diseluruh Provinsi. Setelah itu tahap kedua kita salurkan lagi dengan alokasi perbulannya 689 ton," tutupnya. (*) 

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved