Berita Ekonomi

Kepala Perwakilan BI Bali: Perang Rusia-Ukraina Berpengaruh terhadap Kenaikan Inflasi di Indonesia

Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Bali melaksanakan rapat koordinasi pengendalian inflasi di tingkat provinsi dan kabupaten/kota se-Bali

Trisno Nugroho
Kepala Perwakilan Bank Indonesia wilayah Bali: Perang Rusia-Ukraina Berpengaruh terhadap Kenaikan Inflasi di Indonesia 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Bali melaksanakan rapat koordinasi pengendalian inflasi di tingkat provinsi dan kabupaten/kota se-Bali menjelang Idul Fitri 1443 Hijriah. 

Rapat tersebut dilaksanakan pada 26 April 2022 lalu bertempat di Kantor Gubernur Bali.

Rapat TPID ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Provnsi Bali dan dihadiri oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, seluruh anggota TPID Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Bali. 

Baca juga: Realisasi Anggaran Covid-19 Tahun 2021 di Denpasar 76,15 Persen, Inflasi Meningkat Jadi 1,87 Persen

Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra menyampaikan bahwa rapat koordinasi ini merupakan salah satu upaya bersama untuk menjaga kestabilan harga di Provinsi Bali. 

"Perlu upaya dalam memantau harga bahan pokok, memastikan ketersediaan pasokan dan menjaga kelancaran distribusi menjelang Idul fitri”, ujar Dewa Indra. 

Lebih lanjut, TPID se-provinsi Bali diarahkan untuk menjaga daya beli masyarakat sehingga mendukung kestabilan ekonomi.

Koordinasi perlu dilakukan untuk menjawab tantangan dalam melakukan pengendakan inflasi yang semakin kompleks. 

Baca juga: Bagaimana Kriteria Uang yang Akan Dimusnahkan oleh Bank Indonesia? Simak Penjelasannya

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho menyampaikan bahwa resiko inflasi tahun 2022 semakin berat.

Salah satu penyebabnya adalah ketegangan politik Rusia — Ukraina yang berdampak langsung pada inflasi di beberapa negara, seperti Amerika, Negara Eropa, Argentina, Rusia, dan Turki.

Hal ini juga dapat berpengaruh pada kenaikan inflasi di Indonesia. 

Lebih lanjut, Trisno juga menyampaikan jumlah wisatawan ke Bali menunjukkan tren peningkatan sering dengan adanya pelonggaran mobilitas masyarakat, pembukaan direct flight dari luar negeri, dan kebijakan pelonggaran PPLN (Pelaku Perjalanan Luar Negeri).

Sedangkan pada periode Idul Fitri tahun ini, Trisno berharap jumiah wisatawan akan terus meningkat dan berkontribusi pada pemulihan ekonomi Bali.

Ke depannya pariwisata Bali pada tahun 2022 diperkirakan akan membaik dibandingkan tahun 2021 dan demand wisatawan mancanegara diharapkan terus meningkat. 

Baca juga: Di Tengah Peningkatan Inflasi Global, Laju Inflasi Indonesia Tahun 2021 Terkendali Rendah dan Stabil

Trisno juga menyampaikan perkembangan inflasi di Provinsi Bali pada Maret 2022 yakni sebesar 2,44 atau sedikit di bawah inflasi nasional sebesar 2,696.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved