Berita Badung
Antisipasi Hepatitis Akut Misterius, RSD Mangusada Siapkan Tenaga Medis dan Tim Screening
Pemerintah Kabupaten Badung Rumah Sakit Daerah (RSD) Mangusada mulai mengantisipasi masuknya penyakit Hepatitis Akut misterius ke Gumi Keris. Pasal
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Marianus Seran
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Pemerintah Kabupaten Badung Rumah Sakit Daerah (RSD) Mangusada mulai mengantisipasi masuknya penyakit Hepatitis Akut misterius ke Gumi Keris.
Pasalnya penyakit yang menyerang anak itu, cukup berbahaya dan bisa mengakibatkan kematian.
Mengantisipasi hal itu, Rumah Sakit plat merah itu pun menyiapkan tenaga medis dan tim Scrining. Pasalnya Hepatitis akut telah menyebabkan tiga orang anak di Jakarta.
Pihaknya juga telah melakukan koordinasi internal untuk meningkatkan pelayanan fasilitas kesehatan (faskes) sebagai antisipasi penanganan.
Namun sementara, masyarakat dihimbau tidak panik berlebihan.
Dirut RSD Mangusada, dr. I Wayan Darta saat dikonfirmasi Kamis, 5 Mei 2022 mengakui jika dirinya tengah menyiapkan tenaga medis sebagai langkah antisipasi hepatitis akut misterius.
Baca juga: JOKOWI Liburan di Bali: Hari ini Kunjungi Bali Safari Bersama Jan Ethes dan Sedah Mirah
Dirinya mengaku harus selalu waspada bilamana terdapat pasien dengan ciri-ciri seperti informasi yang beredar, yakni penyakit kuning akut, mual, muntah, diare, dan sakit perut.
"Hepatitis itu, penyakit kuning. Jadi untuk penanganan itu kita masih persiapan, baik itu menyiapkan tenaga medis dan menyiapkan tim untuk melakukan secrening," ujar dr Darta
Selain menyiapkan tenaga medis, dirinya juga tengah menyiapkan perbekalan kesehatan, termasuk obat dan bahan habis pakai. Meski demikian, hingga saat ini pihaknya belum menemukan adanya kasus pasien yang mengarah pada ciri-ciri tersebut.
"Sampai saat ini kita belum menemukan kasus sesuai dengan kriteria di atas yaitu hepatitis tanpa diketahui penyebabnya," tegasnya sembari mengatakan, kita harus siap, seperti covid-19 kan baru juga. Makanya kita tetap akan berkoordinasi kepada instansi
Baca juga: Ini Cara Penularan Hepatitis A Hingga Hepatitis E Pada Anak
Mengenai fasilitas kesehatan di RSD mangusada, katanya akan mengoptimalisasi operasional gedung yang baru dibangun dan telah diserahkan oleh Pemkab Badung kepada RSD Mangusada.
"Gedung baru ini kan dari dulu sudah rampung. Namun fasilitasnya belum ada, seperti listrik, air dan alat penunjang lainnya. Sehingga, kini akan dilengkapi secara bertahap," akunya.
Seperti, Gedung D, F dan G. Gedung D nantinya akan dimanfaatkan untuk pelayanan Poliklinik, rawat intensif, HCU, ICU dan PICU termasuk rawat inap.
Gedung F 1 untuk pelayanan klinik onkologi terpadu, kemoterapi dan rawat inap.
Lebih jauh dijelaskan, Gedung F 2 untuk farmasi/apotek, ruang rawat anak dan rawat inap.
Sedangkan Gedung G dimanfaatkan untuk dapur dan ruang perkantoran.
Untuk program kegiatan tahun 2022 ini, RSD sudah menganggarkan untuk kelengkapan sarana Gedung D diantaranya belanja kelengkapan gedung, perlengkapan peralatan kantor, pengadaan IPAL, Alkes, penataan landscape dan pemutakhiran SIM RS.
Seperti diketahui, Kemenkes RI telah mengeluarkan Surat Edaran untuk meningkatkan dukungan Pemerintah Daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, Kantor Kesehatan Pelabuhan, sumber daya manusia (SDM) kesehatan, dan para pemangku kepentingan terkait kewaspadaan dini penemuan kasus Hepatitis Akut yang Tidak Diketahui Etiologinya.
Kemenkes meminta Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/Kota, Kantor Kesehatan Pelabuhan, Laboratorium Kesehatan Masyarakat dan Rumah Sakit untuk antara lain memantau dan melaporkan kasus sindrom Penyakit Kuning akut di Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR), dengan gejala yang ditandai dengan kulit dan sklera berwarna ikterik atau kuning dan urin berwarna gelap yang timbul secara mendadak dan memberikan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada masyarakat serta upaya pencegahannya melalui penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat.
Kemenkes juga meminta pihak terkait untuk menginformasikan kepada masyarakat untuk segera mengunjungi Fasilitas Layanan Kesehatan (Fasyankes) terdekat apabila mengalami sindrom Penyakit Kuning, dan membangun dan memperkuat jejaring kerja surveilans dengan lintas program dan lintas sektor. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/RSUD-Badung-baru.jpg)