CUACA Panas di Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Ini Penjelasan BMKG

Cuaca panas dirasakan beberapa hari ini saat Lebaran 2022. Apa penyebabnya? Berikut penjelasan BMKG

Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
ilustrasi cuaca panas. Beberapa wilayah di Indonesia mulai masuk puncak musim kemarau 

TRIBUN-BALI.COM – Cuaca panas dirasakan beberapa hari ini saat Lebaran 2022.

Apa penyebabnya?

Berikut penjelasan Kepala Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Miming Saepudin.

Ia menjelasakan, saat ini, beberapa wilayah di Indonesia mulai masuk puncak musim kemarau.

Posisi matahari berada di agak ke wilayah utara ekuator.

Pergerakannya masih ke utara hingga Juni, puncak musim kemarau mulai berlangsung.

"Saat ini posisi semua matahari sudah berada agak ke wilayah utara ekuator, atau tepatnya di sekitar lintang 140 Lintang Utara dan masih bergerak ke utara hingga Juni mendatang yang mengindikasikan bahwa puncak musim kemarau mulai berlangsung di wilayah Indonesia secara umum," kata ungkapnya pada Kompas.com, Rabu 4 Mei 2022.

Miming mengatakan, sebagian besar wilayah Indonesia terutama wilayah Jawa- Bali-Nusa Tenggara dan wilayah Indonesia yang berada di wilayah selatan ekuator pada periode April-Mei ini masih mengalami periode peralihan musim hujan ke kemarau (pancaroba).

"Sedangkan sebagian lainnya masih ada yang mengalami periode basah/hujan," imbuh Miming.

Baca juga: Lakukan Penelitian Dampak Nyepi Terhadap Cuaca, 4 Peneliti BMKG Bali Raih Penghargaan dari Uni Eropa

Dia mengatakan, umumnya pada periode pancaroba atau menjelang musim kemarau, kondisi cuaca terutama pada pagi hari didominasi dengan kondisi cuaca cerah.

Selain itu, juga didominasi tingkat perawanan yang sangat rendah.

Hal itu dapat menyebabkan terjadinya suhu yang cukup panas dan terik pada siang hari.

Penjelasan BMKG

Penyebab cuaca panas belakangan saat Lebaran Miming menjelaskan, minimnya tutupan awan di wilayah Jakarta pada pagi hari, sehingga terjadi pemanasan radiasi matahari maksimal hingga di permukaan.

Lalu pada siang-sore hari akan terbentuk awan-awan tebal.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved