KISAH MOTIVASI: Jangan Batasi Tantanganmu, tapi Tantanglah Keterbatasanmu

Don't limit your challenges, but challenge your limits. Jangan batasi tantangan yang ada padamu, tapi tantanglah keterbatasanmu.

Editor: Kander Turnip
KISAH MOTIVASI: Jangan Batasi Tantanganmu, tapi Tantanglah Keterbatasanmu
Istimewa
Belajar dari Lai Chi Wai, pendaki gunung berkursi roda dari Hong Kong untuk membangkitkan motivasi dalam kehidupan.

Dia terlalu menciptakan batasan sendiri, sehingga selalu terkurung dengan pemikirannya sendiri.

Mungkin saja sebenarnya kita mampu melakukannya, tetapi terkadang pembatasan yang kita ciptakan, membuat kita tidak berani mencobanya.

Baca juga: Sembuh dari Covid-19, MEP Bagikan Kisahnya ketika Dirawat di Ruang Isolasi,Kuncinya Positif Thinking

“Sepertinya aku tidak sanggup melakukannya, karena aku belum pernah belajar dan melakukan hal itu,” mungkin kalimat ini sering kita munculkan dalam pikiran kita, agar seolah-olah kita memaklumi kelemahan kita. Sehingga kita tidak harus melakukannya.

Tetapi hal ini membuat kita berkompromi dengan pikiran yang selalu menghambat sehingga tidak melakukan apa-apa.

Jangan jadikan batasan sebagai alasan, bahwa kita tidak akan melakukannya karena kita belum pernah melakukannya.

Bagaimana kalau situasinya dibalik. Justru karena kita belum pernah melakukannya, maka ini saatnya kita melakukannya.

Sementara itu, ada orang lain lagi, sebut saja Mr X, yang selalu menolak jika ditunjuk menjadi ketua panitia, menjadi koordinator, memimpin rapat, memimpin dalam doa, dan berbagai peran lainnya.

Dalam pikirannya, semua peran itu membawa konsekuensi yang tidak mengenakkan, capek, banyak risiko, akan selalu salah, tidak tenang, bikin pusing, dan lain-lain.

Ditambah lagi, ia merasa tidak layak untuk itu, karena saat berbicara saja dia masih terbata-bata, belum terbiasa memimpin, tidak berani berbicara di depan orang, selalu grogi, merasa rendah diri, dan lainnya.

Baca juga: Selamat Hari Kartini! Simak 4 Cara Afirmasi Diri Untuk Meningkatkan Motivasi Diri Sebagai Wanita

Selama Mr X ini tidak mau mencoba menembus batasan pikiran yang telah ia ciptakan sendiri, maka ia tidak akan pernah mencoba.

Berbeda halnya dengan Mr Y. Dia menyadari bahwa dia tidak pintar berkata-kata di depan orang lain, selalu grogi, dia selalu menolak jika diminta bicara di depan banyak orang, dan hal ini terjadi sampai dia dewasa.

Namun pada suatu ketika, dia mulai sadar dan mempertanyakan, mengapa orang lain sanggup, sedangkan dia tidak sanggup?

Dia pun akhirnya mencoba mengubah mindset-nya.

Setahap demi setahap dia mulai belajar untuk berani bicara di depan orang banyak, berlatih public speaking melalui YouTube, latihan di rumah menggunakan video, ikut pelatihan, seminar, dan sebagainya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved