Berita Badung

Akui Masih Rendah, Satgas Covid-19 Kabupaten Badung Pastikan Genjot Vaksinasi Booster Untuk Lansia

Capaian vaksinasi booster kepada lansia di Badung tersebut masih tergolong rendah yakni 43,7 persen.

Tribun Bali/Putu Supartika
Pelaksanaan vaksinasi di Banjar Balun, Pemecutan Kaja, Denpasar - Vaksinasi Lansia Door To Door di Pemecutan Kaja, Dosis Pertama di Denpasar Sudah 938.980 Orang 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA – Pemerintah Kabupaten Badung terus menggenjot proses vaksinasi booster di wilayahnya.

Ini dilakukan sebagai bagian dari untuk mencapai herd immunity masyarakat di Gumi Keris dalam melawan pandemi Covid-19

Salah satu yang menjadi perhatian adalah proses vaksinasi booster kepada para lansia.

Baca juga: PERHATIKAN, Ini Gejala Awal Penyakit Hepatitis Akut, Pastikan Anak Rajin Cuci Tangan

Juru Bicara Satgas Covid-19 Badung, I Gusti Ngurah Gede Jaya Saputra mengakui bahwa saat ini pihaknya berfokus untuk melakukan vaksinasi booster kepada kelompok lansia.

Mengingat capaian vaksinasi booster kepada lansia di Badung tersebut masih tergolong rendah yakni 43,7 persen dari capaian vaksin 21.400 orang dari target 49.003 sasaran.

Untuk itu, pihaknya bertekad untuk menggenjot vaksinasi tersebut secara bertahap.

Baca juga: Puncak Arus Balik Lebaran di Terminal Mengwi Sabtu-Minggu, Satpol PP Badung Sidak Duktang Hari Ini

Secara umum, pihaknya menyebut jika vaksinasi booster telah mencapai nilai rata-rata. Bahkan untuk tenaga kesehatan mencapai di atas 100 persen.

Sementara, vaksinasi booster untuk masyarakat rentan dan umum telah mencapai 60,7 persen atau 168.644 orang dari target 277.926 sasaran.

"Jadi total sudah 100 persen. Namun kalau lansia memang masih dibawah, karena kita lakukan bertahap,"ujarnya dikonfirmasi Senin, 9 Mei 2022.

Baca juga: Pemerintah Perpanjang PPKM untuk Tetap Jaga Pengendalian Pandemi

Capaian kategori sasaran tervaksinasi ketiga untuk Nakes mencapai 155,1 persen dari target 5.533 sasaran atau mencapai 8.579 orang. Sedangkan, untuk Lansia 21.400 atau 43,7 persen.

Dijelaskan, secara kumulatif hingga Minggu 8 Mei 2022 kemarin jumlah tervaksinasi pertama 543.084 atau 113,1 persen dari target 480.371 sasaran. Sedangkan, jumlah tervaksinasi lengkap 494.545 atau 103 persen dari 480.371 sasaran.

"Sedangkan, jumlah tervaksinasi ketiga atau booster mencapai 211.009 orang atau 54,9 persen dari 384.685 sasaran," jelasnya.

Baca juga: Kadispar Bali Prediksi Wisatawan Mancanegara Meningkat Akhir Mei, Pelaku Usaha di Kuta Sambut Baik

Menurutnya, pihaknya telah berkoordinasi dalam penanganan Covid-19 dengan pihak terkait dan Satgas di kecamatan dalam hal penguatan protokol kesehatan.

Apalagi, pemerintah pusat memberikan kelonggaran kepada Bali dengan tidak dilakukannya karantina.

Bahkan semua ini akan banyak memberikan dampak terhadap semakin banyak orang yang akan kembali bekerja.

Baca juga: Kisah Inspiratif Komang Aryantara, Dari Jualan Sate Jadi Kiper Bali United

"Saya berbicara seperti ini karena terkait dengan tidak ada lagi pemberlakuan karantina yang diberikan oleh pemerintah pusat. Dengan kondisi seperti sekarang ini kita tidak boleh lengah,  karena ini termasuk uji coba," ungkapnya.

Disinggung mengenai pemantauan kasus pasca lebaran, pihaknya mengaku instansi terkait melalui Satuan Polisi Pamong Praja(Satpol PP) sudah melakukan atensi.

Bahkan satgas covid-19 dengan Dinas Kesehatan setempat terus melakukan monitoring.

"Pengecekan secara acak akan dilakukan. Bahkan tempat karantina juga sudah kita sediakan. Namun untuk kasus bergejala RSD Mangusada juga siap akan pelayanannya," imbuhnya. (*)

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved