Rusia Kirim Pesawat Pembom ke Odessa Ukraina dengan Kecepatan Rudal 5.000 Km/Jam

Rusia Kirim Pesawat Pembom ke Odessa Ukraina dengan Kecepatan Rudal 5.000 Km/Jam

Istimewa/Via Wikimedia Commons
Tupolev Tu-22M3 saat lepas landas di Ryazan Dyagilevo 

TRIBUN-BALI.COM, MOSKOW – Rusia nampaknya masih belum mau memberikan angin segar pada Ukraina, serangan telah dilakukan selama dua bulan lebih.

Terbaru, pesawat pembom strategis tertangkap kamera terbang di wilayah Rusia.

Pesawat jenis Tupolev Tu-22 terlihat terbang di Kota Odessa pada Rabu (11/5/2022).

Video itu dipublikasikan situs analisis intelijen Southfront.org.

Baca juga: Dubes Rusia Diserang saat Perayaan Victory Day di Polandia, Sempat Dikerumuni Massa

Dalam postingan itu disebutkan, pembom supersonik jarak jauh Tu-22M menyerang target bernilai tinggi menggunakan rudal presisi tinggi.

Sumber Southfront.org membagikan video yang menunjukkan Tu-22M, kemungkinan besar Tu-M3 yang dimodernisasi, meluncurkan dua rudal berpemandu presisi tipe Kh-22.

Target pengeboman di wilayah Odessa. Kh-22 adalah rudal anti-kapal jarak jauh besar dengan kemampuan serangan darat yang dikembangkan MKB Raduga di era Uni Soviet.

Versi lama Kh-22 hanya memiliki jangkauan 600 kilometer. Namun, versi terbaru rudal, yang dijuluki Kh-32, menampilkan peningkatan yang serius di semua tingkatan.

Baca juga: Kisah WNI Terjebak 21 Hari di Chernihiv, Iskandar Bertahan Hidup di Tengah Perang Ukraina & Rusia

Kh-32 dirancang untuk melesat setinggi 40 kilometer, ke stratosfer, setelah peluncuran, transisi ke level penerbangan, kemudian melakukan menukik ke target.

Versi rudal jelajah juga dirancang untuk menargetkan kapal musuh, serta radar, dan target kontras radio seperti jembatan, pangkalan militer, pembangkit listrik, dan lainnya.

Rudal tersebut memiliki sistem navigasi inersia dan radar homing head, membuatnya independen dari satelit navigasi GPS/GLONASS.

Jangkauannya kini diperkirakan 1.000 kilometer dan kecepatan setidaknya 5.000 kilometer per jam.

Rudal itu dipersenjatai hulu ledak 1.000 kilogram. Sebuah versi bersenjata nuklir konon juga telah dikembangkan.

Rusia sebelumnya pernah menggunakan pesawat pengebom Tu-22M di Ukraina, tetapi hanya untuk mengebom posisi pasukan Kiev yang dijaga ketat di pabrik baja Azovstal di sebelah kota Mariupol.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved