Kondisi Ukraina Kian Terpuruk, Negara Kaya Pangan Tapi Tak Bisa Ekspor karena Perang

Kondisi Ukraina Kian Terpuruk, Negara Kaya Pangan Tapi Tak Bisa Ekspor karena Perang

AFP / RONALDO SCHEMIDT
Asap mengepul dari bandara Dnipro, pada 10 April 2022, di tengah invasi Rusia ke Ukraina 

TRIBUN-BALI.COM, KIEV - Kondisi ekonomi Ukraina diprediksi akan kian terpuruk dengan penyerangan Rusia yang belum juga berakhir.

Saat ini Ukraina menimbun produk makanan dan hasil panennya karena tidak mampu meng ekspor hasil buminya karena kondisi perang.

Pernyataan ini disampaikan Menteri Kabinet Menteri Ukraina, Oleh Nemchynov yang berbicara di telethon nasional.

"Kami telah berulang kali mengatakan bahwa Ukraina memiliki stok semua produk yang diperlukan. Tetapi bagaimana dunia akan hidup tanpa biji-bijian Ukraina, tanpa jagung Ukraina, tanpa minyak Ukraina adalah pertanyaan besar," kata Nemchynov.

Baca juga: Sejak Awal Invasi Rusia, PBB Sebut Sudah Ada Lebih dari 6 Juta Pengungsi Tinggalkan Ukraina

Dalam hal ini, ia mengingatkan bahwa Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengimbau para pemimpin dunia untuk membantu membuka blokir pelabuhan, sehingga biji-bijian dapat di ekspor.

Hal ini untuk mencegah terjadinya bencana kelaparan di sejumlah negara.

Selain itu, langkah ini perlu diambil agar Rusia tidak bisa menjual biji-bijian curian.

Dikutip dari laman Ukrinform, Jumat (13/5/2022), Nemchynov juga mencatat bahwa kampanye penaburan benih telah selesai di hampir separuh daerah.

Baca juga: Rusia Kirim Pesawat Pembom ke Odessa Ukraina dengan Kecepatan Rudal 5.000 Km/Jam

Menurutnya, area yang ditanami sedikit lebih kecil dari tahun lalu, karena para petani telah mengubah struktur tanaman.

"Namun secara umum, penaburan itu cukup berhasil, meskipun Rusia mencoba mengganggunya, dengan sengaja menyerang depot minyak, gudang, silo, menghancurkan peralatan, dan mencuri hasil panen di wilayah yang diduduki sementara," tegas Nemchynov.

Sebelumnya Kementerian Luar Negeri Ukraina memperingatkan negara-negara lain agar tidak membeli gandum curian Ukraina.

Menurut Kementerian Kebijakan Agraria, Rusia telah mencuri setidaknya 400.000 hingga 500.000 ton biji-bijian senilai lebih dari 100 juta dolar Amerika Serikat (AS).

Perdana Menteri Ukraina Denys Shmyhal pun mencatat bahwa pada 9 Mei lalu, sekitar 8,6 juta hektar lahan ditanami berbagai tanaman pertanian, angkanya 24 persen lebih sedikit dari tahun lalu.

Artikel terkait telah tayang di Tribunnews dengan judul Ukraina Terpaksa Timbun Hasil Panen Karena Tidak Bisa Ekspor Pangan ke Negara Lain Akibat Perang

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved