Sponsored Content

Bank BPD Bali Siap Sukseskan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia

Acara Bali Showcase & Business Matching 2022 dengan tema ‘Bangga Buatan Indonesia’ dibuka pada, Kamis 12 Mei 2022 di Hotel Aston, Denpasar. Acara ya

Tribun Bali/Ni Luh Putu Wahyuni Sari
Acara Bali Showcase & Business Matching 2022 dengan tema ‘Bangga Buatan Indonesia’ dibuka pada, Kamis 12 Mei 2022 di Hotel Aston, Denpasar. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Acara Bali Showcase & Business Matching 2022 dengan tema ‘Bangga Buatan Indonesia’ dibuka pada, Kamis 12 Mei 2022 di Hotel Aston, Denpasar. Acara yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Bali bekerja sama dengan berbagai stakeholder seperti Bank BPD Bali dan Bali Mall.

Pemerintah saat ini terus berupaya meningkatkan penggunaan produk dalam negeri, bangga buatan Indonesia, dan penggunaan produk dalam negeri ini diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat di tengah krisis pandemi Covid-19.

Sehingga ekonomi tumbuh dan masyarakat sejahtera. Sesuai dengan target nasional belanja, APBD pemerintah dialokasikan sebanyak Rp. 400 Triliun dan ditahun 2022 ini dapat terealisasi untuk dibelanjakan kepada UMKM dan Koperasi yang memproduksi produk-produk dalam negeri.

Mengenai hal tersebut Bank BPD Bali pun siap untuk membantu pemerintah menyukseskan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia.

Made Lestara Widiatmika, Direktur Kredit Bank BPD Bali mengatakan, Bank BPD Bali sepenuhnya siap untuk menyukseskan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia pada Pelaksanaan PBJP dan percepatan peningkatan penggunaan Produksi Dalam Negeri (PDN) dan produk UMKM.

“Seperti yang kita ketahui bersama, kegiatan ini bertujuan untuk menyukseskan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia pada Pelaksanaan PBJP dan percepatan peningkatan penggunaan Produksi Dalam Negeri (PDN) dan produk UMKM dan mendukung program percepatan pemanfaatan bahan dasar lokal sesuai dengan arahan Presiden Republik Indonesia kepada Menteri, Kepala Lembaga, Kepala Daerah, dan BUMN tentang Aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia, di Hotel Grand Hyatt, Nusa Dua, Provinsi Bali, 25 Maret 2022,” jelas, Lestara.

Baca juga: UPDATE SUBANG: Memasuki Sembilan, Kasus Subang Diawasi Kompolnas, Akahkan Jadi Cold Case?

Baca juga: Pelatih Filipina Prediksi Timnas Indonesia Lolos ke Semifinal SEA Games Vietnam Bareng Tuan Rumah

Baca juga: Tak Puas Juara BAC 2022, Pram/Yere Incar Medali Cabor Bulutangkis SEA Games: Kami Ingin Juara Lagi

Lebih lanjutnya ia juga mengatakan, dalam Rencana umum pengadaan Pemerintah Provinsi Bali Tahun 2022, pagu anggaran belanja pengadaan memiliki potensi sebesar Rp. 2,9 triliun.

Maka dari itu ia pun memberitahu pada pejabat PP/PPK agar mengetahui bahwa Bank BPD Bali mempunyai produk yang dapat menyerap potensi pembiayaan atas pagu pengadaan. Produk kredit Bank BPD Bali dibagi menjadi tiga yakni kredit produktif yang ditujukan untuk UMKM, kredit konsumtif, dan garansi Bank.

Acara ini dibuka langsung oleh, Kepala Biro Pengadaan Barang atau Jasa dan Perekonomian Bali, I Ketut Ardiasa. Dalam sambutannya, Ardiasa berharap jumlah alokasi APBD pemerintah dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara nasional maupun daerah sebesar 1,6 persen sampai 1,71 persen.

Dan berdasarkan instruksi presiden yang terbaru nomor 2 tahun 2022 tentang percepatan penggunaan produk dalam negeri dan produk UMK dan Koperasi dalam rangka sukseskan program nasional bangga buatan Indonesia pada pelaksanaan belanja pada pemerintah menginstruksikan kepada kementrian dan lembaga Pemda untuk merencakan, merealisasikan, dan mengalokasikan, Pengadaan Barang atau Jasa pemerintah yang menggunakan Produk Dalam Negeri di kementrian, lembaga dan pemda.

Juga merencakan, merealisasikan, dan mengalokasikan paling sedikit 40 persen dari nilai anggaran belanja barang dan jasa yang dikelola di masing-masing daerah untuk menggunakan produk usaha mikro dan koperasi dari hasil produksi dalam negeri.

Mendukung percepatan target belanja APBN dan APBD tahun anggaran 2022 paling sedikit Rp. 400 Triliun dapat terealisasi, paling lambat 31 Mei 2022.

Mengalihkan proses pengadaan barang dan jasa yang manual menjadi pengadaan secara elektronik paling lambat ditahun 2023.

“Dengan ini pemerintah Provinsi Bali dan Kabupaten/Kota sudah mengarah ke proses pengadaan barang dan jasa terutama dilingkup Pemprov Bali arahan pimpinan ini sudah 100 persen pengadaan secara elektronik di Tahun 2022. Selanjutnya dalam rangka mensukseskan program nasional bangga buatan Indonesia, melalui percepatan pengadaan barang dan jasa pemerintah dengan target 400 Triliun ini PPDN ini diharapkan paling lambat 31 Mei 2022 ini. Minimal ada kesempatan dan ini akan dievaluasi secara berkala oleh kementrian dalam negeri, kementrian koperasi dan UMKM, dan LKPP ini akan dikaitkan dengan penilaian kinerja pemda terkait dengan alokasi dana ditahun mendatang. Semoga ini dapat meralisasikan kebutuhan-kebutuhan dilingkup perangkat daerah masing-masing,” papar, Ardiasa.

BERITA LAINNYA

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved