Berita Bali

Presiden Jokowi Bolehkan Warga Lepas Masker di Luar Ruangan, Jaga Diri dan Orang Tersayang

MASYARAKAT Bali yang ditemui di Lapangan Puputan Badung, Denpasar, Bali, Selasa 17 Mei 2022, masih menggunakan masker

( Freepik.com)
Ilustrasi Anak Menggunakan Masker - Presiden Jokowi Bolehkan Warga Lepas Masker di Luar Ruangan, Jaga Diri dan Orang Tersayang 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - MASYARAKAT Bali yang ditemui di Lapangan Puputan Badung, Denpasar, Bali, Selasa 17 Mei 2022, masih menggunakan masker, meskipun diturunkan hingga dagu.

Namun, Victor, salah satu warga, mengaku ia tetap menggunakan masker di ruangan terbuka untuk menjaga diri sendiri dan orang tersayang di rumah.

"Iya, aku baru baca di instagram kalau Presiden Jokowi udah ngebolehin kita lepas masker di ruangan terbuka, tapi aku tetep pakai aja. Soalnya udah menjadi kebisaan baru selama pandemi ini kita dituntut pakai masker. Jadi kalau misalkan sekarang ngelepas, juga perlu waktu. Lagian di rumah saya ada anak kecil. Pekerjaan saya juga di lapangan yang ketemu orang banyak. Saya tidak tahu mereka sedang baik-baik saja atau tidak," ungkap Victor kepada Tribun Bali.

Merespon pernyataan Presiden, Kepala Bidang Penanggulangan Bencana PMI Kota Denpasar Putu Agus Mahendra sangat menyambut baik.

Baca juga: JOKOWI Izinkan Warga Lepas Masker di Luar Ruangan, Bagaimana Dengan Bali? ini Jawaban Kadinkes Bali

Dia mengaku sangat senang karena ini juga menandakan status Covid-19 telah menurun.

"Tentu ini adalah kabar bahagia. Saya sendiri sangat senang dan bersyukur karena statusnya sudah berubah dari pandemi ke endemi. Dengan ini, pergerakan kita juga menjadi lebih leluasa dan tidak terbatas, khususnya untuk di luar ruangan. Saya kira masyarakat juga pasti akan menyambut ini dengan bahagia," ujar laki-laki yang akrab disapa Agus ini.

Menurutnya, pernyataan tersebut sudah sesuai untuk dikeluarkan dengan kondisi saat ini yang sudah melewati tahapan-tahapan.

Namun, mengingat kebijakan tersebut baru dikeluarkan melalui media sosial dan berita, Agus belum bisa menerapkan secara langsung.

Pihaknya masih menunggu surat edaran resmi dari pemerintah sehingga tidak terjadi tumpang tindih di masyarakat.

"Kebetulan besok kami ada kegiatan peringatan Hari Palang Merah Sedunia di luar ruangan, tapi saya pribadi belum bisa meneruskan informasinya (kelonggaran penggunaan masker). Kami masih menunggu kebijakan resmi dari sumber terpercaya, misalnya dari gubernur atau PMI Provinsi Bali supaya tidak ada bias yang menimbulkan kebingungan. Kalau sudah ada itu, sudah pasti jelas dan tidak perlu diimbau, masyarakat sudah pasti tahu dan langsung menjalankan," jelasnya.

Terkait dengan kelonggaran penggunaan masker, Agus merasa tidak akan mengalami kesulitan, walaupun sudah dua tahun menerapkannya.

Namun yang ia khawatirkan, apabila kebijakan tersebut ditarik kembali, sehingga membuat tim penanggulangan Covid-19 harus berusaha maksimal untuk memberikan edukasi ke masyarakat.

Terlepas dari itu, ia berharap tidak ada kenaikan kasus, khususnya di daerah Bali.

Covid-19 juga tidak akan menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat dan kehidupan dapat berjalan seperti biasa.

Selain itu, ia berharap pemerintah dapat segera mengeluarkan surat edaran resmi sehingga menjadi dasar penerapan di instansi dan masyarakat. (avc/yun)

Kumpulan Artikel Bali

Sumber: Tribun Bali
  • Berita Terkait :#Berita Bali
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved