Berita Bali

Kembali Terlibat Peredaran Sabu, Residivis Narkotik Mohon Keringanan Hukuman 

Terdakwa Lalu Rusdiansyah mengaku menyesal karena kembali terlibat peredaran narkotik jenis sabu.

Net
Ilustrasi sabu-sabu - Kembali Terlibat Peredaran Sabu, Residivis Narkotik Mohon Keringanan Hukuman  

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Terdakwa Lalu Rusdiansyah mengaku menyesal karena kembali terlibat peredaran narkotik jenis sabu.

Dari perbuatannya itu, residivis narkotik ini harus kembali meringkuk di terali besi, dan telah dituntut pidana penjara selama delapan tahun.

Penyesalan itu ia sampaikan melalui pembelaan (pledoi) secara tertulis yang dibacakan penasihat hukumnya.

Baca juga: Jadi Otak Peredaran Sabu, Ibu Rumah Tangga Ditangkap di Kamar Kos, Terancam 20 Tahun Bui

Diketahui, Rusdiansyah ditangkap petugas kepolisian dari Direktorat Reserse Narkoba Polda Bali.

Dari tangan terdakwa, petugas kepolisian berhasil diamankan 1 paket sabu seberat 20,50 gram brutto yang dikemas dalam bungkus snack makanan ringan. 

"Pembelaan tertulis sudah kami bacakan. Pada intinya kami memohon kepada majelis hakim agar menjatuhkan putusan seringan-ringannya kepada terdakwa."

"Terdakwa sudah mengakui dan menyesali perbuatannya," jelas Gusti Agung Prami Paramita selaku penasihat hukum terdakwa saat ditemui di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Kamis, 19 Mei 2022.

Baca juga: Terindikasi Konsumsi Sabu, Sampel Darah Sopir Cadangan Bus Yang Kecelakaan di Tol Sumo Diperiksa

Terhadap nota pembelaan yang diajukan, kata Prami Paramita, jaksa penuntut pun sudah menanggapi. Dalam tanggapannya, jaksa tetap pada tuntutan yang telah diajukan.

"Jaksa tetap pada tuntutan. Sidang selanjutnya adalah sidang putusan," ungkap pengacara dari Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar ini. 

Diberitakan sebelumnya, oleh jaksa penuntut, terdakwa dituntut pidana penjara selama delapan tahun, dan denda Rp1 miliar subsidair satu tahun penjara.

Baca juga: Edarkan Sabu dan Ekstasi di Denpasar, Pria Asal Gianyar ini Divonis 9,5 Tahun Penjara

Rusdiansyah dinyatakan terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana narkotik.

Yakni tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan narkotik golongan I.

Sebagaimana dakwaan pertama jaksa penuntut, terdakwa dijerat Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotik. 

Diungkap dalam surat dakwaan jaksa penuntut, terdakwa Rusdianyah ditangkap di Jalan Kembang Sari, Tonja, Kecamatan Denpasar Utara, Sabtu, 8 Januari 2022 pukul 19.00 Wita.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved