Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Info Populer

Ingin Menikah Beda Usia? Simak Sejumlah Tantangan yang Akan Kamu Dihadapi

Pernikahan berbeda usia tentunya akan menghadapi sejumlah tantangan masalah yang khas. Terutama permasalahan yang didasari faktor usia.

Editor: Sabrina Tio Dora Hutajulu
PIXABAY
ILUSTRASI - Pernikahan berbeda usia tentunya akan menghadapi sejumlah tantangan masalah yang khas. Terutama permasalahan yang didasari faktor usia. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Ingin Menikah Beda Usia? Simak Sejumlah Tantangan yang Akan Kamu Dihadapi

Baru-baru ini viral seorang kakek berusia 61 tahun di Cirebon, Jawa Barat menikahi gadis berusia 19 tahun.

Pernikahan dengan usia yang sangat jauh itu kini jadi perbincangan banyak orang.

Baca juga: Kakek 61 Tahun Nikahi Gadis 19 Tahun dengan Mas Kawin Uang Rp 500 Juta, Rumah, dan Mobil

Sang kakek yang merupakan juragan tanah, memberi mas kawin untuk pujaan hatinya berupa uang sebesar Rp 500 juta, mobil, rumah serta umroh.

Pernikahan berbeda usia tentunya akan menghadapi sejumlah tantangan masalah yang khas.

Terutama permasalahan yang didasari faktor usia. Sebab keduanya tumbuh dan besar pada zona waktu berbeda.

Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh Emory University di Amerika Serikat, pasangan dengan perbedaan usia satu tahun adalah yang cenderung paling bisa mengatasi masalah-masalah rumah tangga yang ada, dengan hanya 3 persen kemungkinan perceraian.

Angka kemungkinan perceraian naik hingga 18 persen untuk perbedaan usia lima tahun dan 39 persen untuk perbedaan usia 10 tahun.

Sementara untuk pernikahan dengan perbedaan usia 20 tahun, tampak lebih suram dengan 95 persen kemungkinan memiliki masalah hubungan akut yang memicu perceraian.

Berikut sejumlah tantangan permasalahan yang mungkin akan kamu hadapi jika menikah dengan seseorang yang terpaut usia cukup jauh:

1. Omongan orang sekitar

Pernikahan dengan beda usia jauh akan selalu menjadi topik hangat di kalangan orang-orang terdekat pengantin.

Akan selalu muncul kritik dan rumor yang tak selalu enak didengar.

Seolah mereka selalu punya rasa penasaran terhadap hubungan tersebut.

Ketika sosok suami menjadi yang lebih tua, maka suami akan terkesan berposisi sebagai "sugar daddy" sementara sang istri seperti seorang "gold digger".

Orangtuamu juga akan menghadapi pertanyaan-pertanyaan serupa.

Baca juga: Kakek 61 Tahun Nikahi Gadis 19 Tahun dengan Mas Kawin Uang Rp 500 Juta, Rumah, dan Mobil

2. Menyalahkan jarak usia dalam menghadapi masalah

Meskipun masalah yang dihadapi adalah masalah yang juga dihadapi pasangan suami-istri lain, orang-orang akan cenderung menyalahkan jarak usia sebagai sumber permasalahan.

Hingga pada suatu titik, kamu mungkin juga akn meragukan hubungan tersebut dan berpikir mungkin masalah muncul karena perbedaan usiamu dan pasangan.

Masalah sebenarnya bisa saja sangat sederhana atau disebabkan faktor lain, namun kamu cenderung akan menyalahkan jarak usia yang jauh sebagai faktor terbesar dari masalah pernikahanmu.

3. Masalah ketidakcocokan

Semakin jauh jarak usia, semakin besar kemungkinan pasangan menghadapi masalah ketidakcocokan.

Sebab pasangan tersebut berada di generasi yang berbeda, sehingga ada kemungkinan pola pikir masing-masing tak dapat bertemu dan menyelesaikan satu masalah dalam pernikahan.

Selain itu, masing-masing juga mungkin memiliki ekspektasi hidup yang berbeda dari sebuah pernikahan.

Kamu dan pasangan mungkin saja dimabuk asmara hingga waktu pernikahan kalian, tapi jika tidak cocok saat menjalaninya dalam beberapa bulan pertama, tentu itu bukan pertanda baik.

4. Pertanyaan dari anak pasanganmu

Jika kamu menikahi seseorang yang jauh lebih tua, ada kemungkinan ia sudah memiliki anak.

Jika iya, maukah kamu menjadi orangtua tiri anak tersebut?

Menjadi orangtua tiri bukanlah hal mudah. Bagi mereka, melihat orangtuanya menikah lagi dengan orang lain juga bukan sesuatu yang mudah.

Jika usiamu masih muda, siapkah kamu mengemban tanggung jawab sebagai orang tua dari anak orang lain? Pasangan dengan beda usia jauh benar-benar harus mendiskusikan hal ini.

5. Pertanyaan memiliki anak sendiri

Jika pasanganmu sudah memiliki anak, siapkah dia untuk memiliki anak lagi denganmu?

Pasanganmu mungkin saja sudah tak ingin punya anak lagi dan kamu harus mencari tahu tentang hal ini sebelum kalian menikah.

Jika ia tidak ingin lagi memiliki anak, apakah kamu bisa menerimanya?

Dalam sebuah hubungan dengan perbedaan usia, hal ini sangatlah penting untuk didiskusikan untuk menghindari masalah di kemudian hari.

6. Masalah kehidupan seks

Masalah lainnya adalah ketika menghadapi urusan ranjang. Jika pasanganmu terpaut usia jauh lebih tua, dia mungkin tidak punya tingkat energi yang sama dengan ketika masih muda dan mudah lelah.

Baca juga: Kakek 61 Tahun Nikahi Gadis 19 Tahun dengan Mas Kawin Uang Rp 500 Juta, Rumah, dan Mobil

Sekilas kamu mungkin tak menyadarinya, namun lama kelamaan kamu akan akan mulai menyadari.

Hal ini bisa berdampak pada kehidupan seksualmu dan kamu tidak akan bisa mendapatkan kepuasan seksual yang diinginkan karena stamina pasanganmu tidak maksimal.

7. Beda prioritas

Ketika pasanganmu jauh lebih tua darimu, artinya mereka memiliki tanggung jawab yang lebih besar dalam hal pekerjaan dan komitmen lainnya.

Kamu yang jauh lebih muda mungkin belum merasakan tanggung jawab itu dan cenderung lebih bebas.

Di waktu-waktu bebasmu, kamu mungkin berpikir ingin punya waktu berkualitas bersama pasangan ketika mereka sebetulnya sedang sibuk dengan pekerjaannya.

8. Pasangan akan lebih cepat menua

Pada titik ini, kamu mungkin tidak menyadari bahwa perbedaan usiamu dan pasangan berdampak pada penampilan.

Kamu mungkin akan menyadarinya ketika melihat pasanganmu menua lebih cepat dan terefleksikan lewat penampilannya.

Bersiaplah untuk menjawab segudang pertanyaan dari orang lain ketika kalian sedang pergi bersama dan pasanganmu akan dipandang sebagai om atau tantemu. Selain itu, penuaan berkaitan pula dengan masalah kesehatan.

Pasanganmu mungkin saja akan mengalami sejumlah penyakit yang kerap muncul di usia tua.

Siapkah kamu untuk merawat mereka secara rutin?

Namun, pada intinya masalah dalam pernikahan berbeda usia bisa diantisipasi. Ingatlah ketika ada cinta, segala sesuatunya memiliki harapan dan ketika ada harapan, segalanya menjadi mungkin.

Banyak juga orang yang bisa melalui masalah-masalah rumah tangganya dengan baik meski menikah dengan seseorang yang usianya jauh berbeda. Kamu juga tak perlu ragu berkonsultasi dengan konselor jika membutuhkannya, sehingga kamu punya persiapan ketika menghadapi masa-masa sulit.

(*)

Sumber KOMPAS

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved