serba serbi

MIMPI Digigit Ular! Waspada Kena Black Magic

Mimpi disebutkan sebagai bunga tidur.Namun tak banyak yang sadar, bahwa arti mimpi memiliki maknanya tersendiri.''Salah satunya mimpi diterkam atau

Pixabay/Anilsharma26
ular berbisa 

 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Mimpi disebutkan sebagai bunga tidur.

Namun tak banyak yang sadar, bahwa arti mimpi memiliki maknanya tersendiri.

Salah satunya mimpi diterkam atau digigit hewan buas.

Jero Balian Bayu, praktisi pengobatan non medis menjelaskannya kepada Tribun Bali.

ilustrasi sihir dan santet
ilustrasi sihir dan santet (Pixabay/kalhh)

Balin yang kini lebih dikenal sebagai balian pengobatan online ini, menjelaskan banyak hal.

Balian yang juga berprofesi sebagai binaragawan ini, menjelaskan bahwa saat pasien berobat padanya.

Maka harus ada sarana air, api, dan beberapa hal lainnya.

Tentu saja sarana ini bukan tanpa alasan.

Sarana tersebut membantu dalam proses pengobatan yang dilakukan oleh Jero Balian Bayu.

dupa we
dupa sebagai salah satu sarana metafisika

Salah satu contohnya, adalah air kelapa dan dupa saat proses pengobatannya. 


Namun sebelum itu, Jero Bayu akan mengecek si pasien.

Melihat apakah benar si pasien ini sakit non medis atau malah sakit medis.

Apabila si pasien benar-benar sakit medis.

Maka Jero Balian Bayu tidak segan-segan mengatakan, agar si pasien segera berobat ke dokter atau ahli medis.

ilustrasi tes PCR Covid-19
ilustrasi tes PCR Covid-19 (Pixabay)

 


Namun apabila sakitnya memang sakit non medis.

Maka Jero Balian Bayu akan membantu si pasien, dan berupaya hingga si pasien sembuh.

Jero Bayu juga menjelaskan, bener ciri-ciri yang dapat membedakan penyakit medis atau non medis.

sihir
sihir (Pixabay/susan-lu4esm)

 


"Seperti mimpi buruk, dicari oleh orang yang almarhum.

Mimpi di kuburan, lalu mimpi dicari oleh hewan bertaring, seperti ular, anjing, dan kelelawar.

Nah itu bisa terindikasi atau terdampak dari unsur ilmu hitam," jelasnya.

Baca juga: 6 Arti Mimpi Bulan Sabit, Keberuntungan akan Datang dalam Karir, Berbahagialah!

 


Ada pula, kata dia, penyakit aneh yang datang atau kambuhnya menjelang sandyakala, atau bahkan malam hari.

Sehingga mengganggu jam istirahat si pasien.

Yang tentu saja jika dibiarkan lambat laun, akan menjadi gangguan pada tubuh dan fungsi organnya. 

Ilustrasi Sakit Kepala
Ilustrasi Sakit Kepala (Tribun Bali/ Istimewa)


"Semisal terkena cetik cerongcong polo, maka akan menyebabkan sakit kepala hebat pada waktu tertentu.

Seperti saat memasuki sandya kala," sebut putra dari Jero Balian Putu Robinson ini.

Alasannya, pada waktu-waktu tersebut, adalahwaktu peralihan dan unsur bhuta naik.

Sehingga penyakit dari ilmu magic aman aktif.

buku misteri
ilustrasi black magic

 


"Maka dari itu, Agama Hindu mengajarkan untuk puja Trisandya agar dilakukan pada waktu-waktu peralihan seperti jam 6 pagi, jam 12 siang, jam 6 sore, hingga jam 12 malam," sebut Jero Bayu.

Umat Hindu pula disarankan melakukan puja Trisandya, agar terhindar dari marabahaya.

Termasuk bahaya dari ilmu hitam atau unsur niskala dengan energi negatif. 


Jero Bayu menambahkan, seperti mimpi bertemu ular yang konon dikaitkan dengan bertemu jodoh.

Namun hal tersebut tidak akan baik, apabila ular itu berusaha untuk menggigit.

Maka sudah bisa dipastikan, ular itu pertanda yang tidak baik atau pertanda sebuah penyakit.

"Kalau sudah digigit, dililit, maka konotasi mimpi ular itu sudah negatif," tegasnya.

ular berbisa
ular berbisa

 


Jika si pasien ingat hari apa dia bermimpi buruk.

Dan bahkan ingat waktu atau jam dari mimpi tersebut.

Maka akan kian memudahkan Jero Balian Bayu, untuk menganalisa penyakit dari si pasien.

Sementara itu, untuk memastikan seseorang terkena cetik atau bebai.

Maka harus dicek secara langsung dan dipastikan sendiri oleh Jero Balian Bayu.'

Jero Balian Bayu saat melakukan pengobatan
Jero Balian Bayu saat melakukan pengobatan (Dok Pribadi)

 


Sedikit penjelasan mengenai cetik, terdiri dari tiga macam.

Diantaranya adalah zat padat, zat cair, dan dari sarana angin.

"Nah yang berbahaya itu adalah apabila dari sarana angin.

Sebab biasanya bisa dikirim dari jarak jauh," ucapnya.

Sementara untuk bebai, sarananya menggunakan roh dari bayi yang meninggal.

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

 


Atau roh dari orang yang meninggal salah pati dan ulah pati.

"Semisal orang kecelakaan, lalu darahnya diambil dan dijadikan sarana untuk bebai," jelasnya.

Dibubuhi puja mantra dengan energi bersifat negatif, untuk menyakiti seseorang. 


Untuk pengobatan pasien yang terkena cetik atau bebai.

Proses pengobatan akan dilakukan oleh Jero Balian Bayu.

Baik dengan bertemu secara langsung ataupun secara online via video call.

"Untuk obatnya tentu berbeda," tegasnya. 

Jero Balian Bayu saat prosesi semedi hingga menyembuhkan pasien. Kadek Bayu Desta Aryadana, yang akrab disapa Jero Bayu, adalah anak kedua dari balian kondang di Bali, Jero Balian Putu Robinson.
Jero Balian Bayu saat prosesi semedi hingga menyembuhkan pasien. Kadek Bayu Desta Aryadana, yang akrab disapa Jero Bayu, adalah anak kedua dari balian kondang di Bali, Jero Balian Putu Robinson. (Jero Bayu)


Dalam mengatasi atau mengobati pasien yang terkena cetik.

Jero Balian Bayu akan memohon anugerah kepada Dewa Brahma.

Agar diberikan kesembuhan dalam pengobatannya.

Selain itu, Jero Bayu akan memberitahu si pasien agar menghindari makanan tertentu.

Sehingga penyakitnya cepat sembuh.

Kemudian mengonsumsi obat atau makanan yang sesuai untuk penyembuhan. (*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved