Berita Badung

Pengarusutamaan Agenda Bali Memperkuat Resiliensi di Tingkat Regional dan Internasional

Pertemuan Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) telah usai pada Jumat 27 Mei 2022 malam. Pada acara penutupan, Indonesia menyampaikan t

Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Harun Ar Rasyid
istimewa
Rumah Resiliensi Indonesia Ajang Pamer Tangguh Hadapi Bencana dalam GPDRR 2022 

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA - Pertemuan Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) telah usai pada Jumat 27 Mei 2022 malam.

Pada acara penutupan, Indonesia menyampaikan tujuh rekomendasi Agenda Bali untuk resiliensi berkelanjutan.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengatakan, Agenda Bali untuk Resiliensi Berkelanjutan dapat menjadi jawaban atas tantangan dunia mengenai penanggulangan bencana pascapandemi Covid-19 dan di tengah ancaman perubahan iklim.

Agenda ini turut menekankan pentingnya konteks dan kearifan lokal dalam menghadapi segala risiko bencana ke depannya," ujar Suharyanto dalam keterangan resminya, Sabtu 28 Mei 2022.

Suharyanto juga menyampaikan, Indonesia akan secara konsisten mengarusutamakan agenda ini dalam rangkaian kepemimpinan Indonesia ke depan.

"Termasuk presidensi G20 tahun 2022 dan keketuaan ASEAN tahun 2023," imbuhnya.

Baca juga: Tim Measurement Kelas Dunia Cek Lintasan Lari di Bali Untuk Indonesia International Marathon

Baca juga: Ramalan Asmara Zodiak Besok Minggu 29 Mei 2022: Gemini Hati-hati dengan Pasangan, Aquarius Coba Peka

Baca juga: Kapolresta Denpasar dan Forkopimda Cek Stok Minyak Goreng di Subdistributor dan Pasar

Indonesia juga berharap agenda ini berkontribusi penting terhadap pembahasan tingkat internasional, seperti Konferensi Tingkat Menteri Penanggulangan Bencana se-Asia-Pasifik September 2022 dan Forum Politik Tingkat Tinggi mengenai Peninjauan Kembali Tengah Periode Kerangka Sendai 2023.

Pada keterangan pers penutupan GPDRR Suharyanto mengapresiasi kehadiran 7.000 delegasi dari 183 negara untuk berpartisipasi aktif, baik secara fisik maupun virtual.

"Angka ini menandakan tingginya kepercayaan dunia terhadap penanggulangan COVID-19 di bawah arahan Bapak Presiden Joko Widodo," ungkapnya.

Ia mengucapkan terima kasih kepada PBB untuk kepercayaanya memilih Indonesia sebagai tuan rumah GPDRR 2022.

Hal ini menegaskan kembali kepemimpinan Indonesia bukan hanya dalam agenda kebencanaan di Asia-Pasifik, tetapi juga di dunia.

Keterangan pers tersebut menghadirkan juga Utusan Khusus PBB untuk Pengurangan Risiko Bencana Mami Mizutori dan Perwakilan Pemerintah Swiss atau Deputy Director-General, Swiss Agency for Development and Cooperation SDC, Federal Department of Foreign Affairs FDFA Manuel Bessler.

Pemerintah Swiss akan menjadi tuan rumah GPDRR ke-8 pada 2025 nanti.(*)

BERITA LAINNYA

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved