Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita nasional

BULAN Hitam Akan Hadir Pada Akhir Mei 2022 di Indonesia

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), mengatakan bulan hitam dapat disaksikan di Indonesia pada akhir Mei 2022.

Istimewa
Ilustrasi Gerhana Matahari Cincin via Tribunjogja.com 

TRIBUN-BALI.COM - Fenomena langka akan terjadi sebentar lagi nih Tribunners. 

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), mengatakan bulan hitam dapat disaksikan di Indonesia pada akhir Mei 2022.

Hal ini akan dapat menyebabkan naiknya pasang air laut.

Baca juga: PURNAMA Hari Ini, Berikut Maknanya Dalam Lontar

"Sebagaimana fase bulan baru pada umumnya.

Bulan hitam dapat mengakibatkan naiknya pasang laut, dibandingkan hari-hari lainnya ketika konfigurasi Bumi-Bulan-Matahari tidak segaris jika diamati dari atas kutub.

Masyarakat diimbau agar tidak melaut saat air laut sedang pasang," kata peneliti di Pusat Riset Antariksa BRIN, Andi Pangerang, dalam keterangan yang diakses ANTARA di laman resmi Edukasi Sains Antariksa BRIN di Jakarta, Minggu.

Cahaya bulan purnama terlihat redup saat memasuki fase Gerhana Bulan Total di langit Kota Denpasar, Bali, Rabu 26 Mei 2021.
Cahaya bulan purnama terlihat redup saat memasuki fase Gerhana Bulan Total di langit Kota Denpasar, Bali, Rabu 26 Mei 2021. (TRIBUN BALI/RIZAL FANANY)

Andi menuturkan fase bulan baru keenam, pada 2022 terjadi pada 30 Mei pukul 11.30.08 Universal Time (UT).

Sehingga, untuk wilayah Eropa bagian Timur, Indonesia, hingga Kepulauan Line baru akan mengalami bulan hitam di penghujung Mei 2022.

Baca juga: Gerhana Matahari Total Terakhir di Tahun 2021 Terjadi 4 Desember Nanti, Bisa Terlihat di Wilayah Ini

Ia mengatakan ada empat definisi bulan hitam yang berbeda-beda.

Pertama, bulan hitam adalah fase bulan baru yang kedua dalam satu bulan Masehi.

Fenomena tersebut cukup sering terjadi, karena berlangsung periodik dengan periode 29 bulan.

Ilustrasi Gerhana Matahari Cincin via Tribunjogja.com
Ilustrasi Gerhana Matahari Cincin via Tribunjogja.com (Istimewa)

Kedua, bulan hitam adalah fase bulan baru ketiga, dalam musim astronomis.

Yang mengandung empat fase bulan baru.

Fenomena tersebut terjadi setiap 33 bulan.

Baca juga: Gerhana Bulan Sebagian Akan Terjadi 19 November 2021, Catat Waktu, Wilayah, dan Cara Menyaksikannya

Ketiga, bulan hitam adalah fenomena di mana tidak terdapat fase bulan baru di bulan Februari.

Fenomena itu terjadi setiap 19 tahun sekali.

Keempat, bulan hitam adalah fase bulan purnama di bulan Februari.

Fenomena tersebut terjadi setiap 19 tahun sekali.

Gerhana Mahatari. Warga Kota Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, Kamis 26 Desember 2019 mengabadikan fenomena alam gerhana matahari.
Gerhana Mahatari. Warga Kota Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, Kamis 26 Desember 2019 mengabadikan fenomena alam gerhana matahari. (SERAMBINEWS.COM/ MAHYADI)

Andi menuturkan fenomena bulan hitam ini, bisa terjadi berbeda-beda di setiap tempat.

Hal itu dikarenakan zona waktu, yang digunakan berbeda-beda di setiap tempat.

Selain itu, jatuhnya fase bulan baru untuk setiap lunasi juga berbeda-beda.

Sehingga, ada wilayah yang mengalami bulan hitam tripel.

Ada wilayah yang mengalami bulan hitam ganda, dan ada wilayah yang hanya mengalami bulan hitam sekali saja.

Baca juga: PURNAMA Hari Ini, Berikut Maknanya Dalam Lontar

Andi mengatakan, bulan hitam secara kasat mata memang tidak dapat dilihat karena konfigurasi Bumi-Bulan Matahari yang terlihat pada satu garis lurus jika diamati dari atas kutub.

Sehingga permukaan Bulan yang menghadap Bumi tidak terkena cahaya Matahari dan Bulan tampak gelap.

Setiap dua hingga lima kali setahun, konfigurasi tersebut bertepatan dengan ketika Bulan berada di titik simpul orbit (perpotongan ekliptika dan orbit Bulan).

Sehingga bayangan Bulan jatuh ke permukaan Bumi dan mengakibatkan Gerhana Matahari.

Ilustrasi gerhana matahari cincin.
Ilustrasi gerhana matahari cincin. (Pixabay)

Bulan hitam sebagai bulan baru kedua, di dalam bulan Masehi sebelumnya pernah terjadi di Indonesia pada 31 Oktober 2016 dan 30 Agustus 2019.

Fenomena itu akan terjadi kembali pada 31 Desember 2024 dan 30 September 2027.

Sedangkan, bulan hitam sebagai bulan baru ketiga di dalam musim astronomis yang mengandung empat fase bulan baru sebelumnya pernah terjadi di Indonesia pada 22 Agustus 2017 dan 19 Agustus 2020.

Fenomena tersebut akan terjadi kembali pada 19 Mei 2023 dan 23 Agustus 2025.

Baca juga: Fenomena Gerhana Matahari Cincin 2021 Besok 10 Juni 2021, Saksikan di Link Live Streaming Ini

Sementara itu, bulan hitam tripel (dua bulan hitam di akhir bulan Masehi dan tidak ada bulan baru di bulan Februari) pernah terjadi di Indonesia, Amerika Serikat dan Kanada bagian timur pada 2014 dan akan terjadi kembali pada 2033 mendatang.

Selain itu, bulan hitam sebagai fenomena ketika tidak ada fase bulan purnama di bulan Februari (sehingga terdapat bulan biru ganda di akhir Januari dan akhir Maret), pernah terjadi di Indonesia, Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko pada 2018 dan akan terjadi kembali pada 2037. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved