Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang

TERKINI SUBANG: Fakta Ini Buat Krimonolog Sebut Pelaku Subang Merupakan Orang Terdekat Korban

Akhirnya kasus pembunuhan Ibu dan Anak di Subang mengarah ke sosok sebenarnya pelaku Subang.

Editor: I Putu Juniadhy Eka Putra
kolase kompas tv/tribun jabar
Kriminolog Universitas Indonesia Adrianus Meliala beber alasan kasus Subang belum terungkap 

TRIBUN-BALI.COM, SUBANGTERKINI SUBANG: Fakta Ini Buat Krimonolog Sebut Pelaku Subang Merupakan Orang Terdekat Korban

Akhirnya kasus pembunuhan Ibu dan Anak di Subang mengarah ke sosok sebenarnya pelaku Subang.

Kasus pembunuhan Ibu dan Anak di Subang hingga kini masih menjadi misteri.

Memasuki Sembilan Kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang, Jawa Barat berlalu, penyidik Polda Jabar belum juga mengungkap dalang dan pembunuhnya.

Padahal, kasus yang menewaskan Tuti Suhartini dan Amalaia Mustika Ratu ini telah memiliki  216 alat bukti yang sudah dikumpulkan.

Tidak hanya itu, teradapat serta 121 saksi yang dimintai keterangan baik dibuat dalam berita acara pemeriksaan (BAP) maupun saksi yang diinterogasi di lapangan.

Mengenai hal ini, Kriminolog Universitas Indonesia Adrianus Maliala beranggapan justru lebih baik polisi belum merilis tersangka, daripada polisi menetapkan tersangka karena diburu dan dipaksa.

"Itu bahaya juga," kata Adrianus dikutip dari tayangan Buser yang diunggah di Kanal YouTube Liputan 9, Jumat 27 Mei 2022 lewat Surya.co.id pada Senin 30 Mei 2022 dalam artikel berjudul TERBARU KASUS SUBANG, Kriminolog Sebut Pelaku Orang di Sekitar Korban, Fakta-Fakta ini Menguatkan.

Menurut Adrianus, kasus ini menarik karena korban dan kemungkinan pelaku bukan orang lain.

Baca juga: TERKINI SUBANG: Memasuki 9 Bulan, Saksi Mr X Ungkap Peran Yosef, Akui Sempat Diberi Pekerjaan

Bukan tanpa alasan Adrianus berpendapat demikian, karena menurutnya korban memiliki lingkungan pergaulan yang sebetulnya kecil, bukan pejabat, pengusaha besarserta bukan orang yang memiliki social hitam.

"Dengan kata lain, lingkungan pergaulannya terbatas. Dapat diduga pelaku pun orang-orang di sekitar korban saja," katanya.

Fakta lain yang memperkuat dugaan ini karena pelaku leluasa melakukan aksinya.

"Pelaku menguasai betul situasi, kemungkinan pernah kesini. Kemungkinan dikenal korban juga sehingga dia sangat familier. Dia tahu di kanan kiri depan sangat sepi sehingga beranggapan tidak ada orang yang akan mendengar walaupun ada teriakan," ujar Adrianus.

Menurut Adrianus, waktu enam jam yang dipakai pelaku memungkinkan dia bisa melakukan banyak hal dalam rangka menghilangkan jejak barang bukti.

Dari keleluasaan itu sangat memungkinkan juga jika ada dugaan korban sempat dibawa dengan mobil lalu masuk lagi.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved