Berita Jembrana

Puluhan Ekor Anjing Liar Disterilisasi Hingga Vaksinasi Cegah Rabies

Kasus rabies di Jembrana menjelang pertengahan tahun 2022 ini sangat mengkhawatirkan. Dimana sudah 110 kasus tercatat sebagai gigitan anjing positif r

istimewa
Wabup Ipat saat memantau langsung sterilisasi dan vaksinasi HPR, Di Mendoyo Selasa 31 Mei 2022. 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA  - Kasus rabies di Jembrana menjelang pertengahan tahun 2022 ini sangat mengkhawatirkan.

Dimana sudah 110 kasus tercatat sebagai gigitan anjing positif rabies.

Angka ini, nyaris dua kali lipat dibanding tahun 2021 lalu, yang selama periode setahun hanya terdapat 66 kasus saja.

Atas hal ini, Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana dan juga yayasan BAWA (Bali Animal Welfare Assosiation), mengelar sterilisasi atau kontrol populasi terhadap perkembangbiakan anjing di Jembrana.

Di samping itu, juga dilakukan vaksinasi rabies terhadap puluhan ekor anjing.

Kegiatan sendiri dilakukan di Balai Banjar Tengah, Desa Mendoyo Dangin Tukad, Kecamatan Mendoyo, yang masuk dalam zona merah rabies.

Kegiatan tersebut dihadiri juga oleh Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Khrisna alias Ipat.

Baca juga: Ratusan Pegawai Kontrak di Klungkung Belum Dapatkan Gaji 6 Bulan Terakhir, Dewan Minta Hal Ini

Baca juga: PPDB di Bangli: Boleh Daftar Diluar Zonasi, Asalkan Sudah Setahun dan Satu Zonasi Sekolah

Baca juga: Lowongan Kerja Denpasar, Dibuka Lowongan Kerja Posisi Cook Kitchen di Dua Penempatan, Termasuk Bali

Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna mengatakan, bahwa vaksinasi dan sterilisasi akan dilaksanakan selama tiga hari, diawali di Desa Mendoyo Dangin Tukad kemudian dilanjutkan bergerak ke Desa Pergung serta terakhir di Desa Gumbrih Kecamatan Pekutatan.

Kegiatan tersebut dibantu oleh 12 orang relawan dari Yayasan Bawa didampingi Medik Vet Kecamatan Mendoyo, dan disusul juga untuk petugas medik vet di Kecamatan lain. Nantinya akan ditarget 50 dosis vaksin per hari.

“Kami melakukan langkah ini untuk mengontrol populasi anjing liar dan menekan jumlah kasus rabies yang terjadi di Kabupaten Jembrana.

Ini harus kita kontrol, jangan sampai terlalu banyak jumlah populasi anjing liar di Jembrana, kasus rabies sangat tinggi di Jembrana, sehingga sangat penting melakukan kontrol terhadap perkembangan populasinya,” ucapnya Selasa 31 Mei 2022.

Ipat berharap kedepannya populasi anjing liar dapat terkontrol dan kasus rabies juga segera menurun. Karena itu, kegiatan ini sangat penting untuk dilakukan mengingat catatan kasus positif rabies di Jembrana sangat tinggi, dan sangat membahayakan.

“Apalagi memang ketika tidak ditangani dengan tepat, maka rabies itu dapat menyebabkan meninggal dunia pada manusia,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan I Wayan Sutama mengatakan kasus positif tahun ini mengalami kenaikan, hal ini terjadi karena vaksinasi bagi anjing di wilayah Jembrana belum optimal. Dan karena itu, kehadiran Yayasan BAWA yang sudah datang dari Kecamatan Ubud, Gianyar atas kerjasamanya untuk membantu Jembrana melakukan vaksinasi dan kontrol populasi, sangatlah baik. Sebab Jembrana pada tahun ini merupakan Kabupaten dengan kasus rabies tertinggi di Provinsi Bali.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved