Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Jembrana

367 Ekor Babi Penampahan Galungan di Jembrana Layak Konsumsi

367 Ekor Babi Penampahan Galungan di Jembrana Layak Konsumsi 367 Ekor Babi Penampahan Galungan di Jembrana Layak Konsumsi

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Harun Ar Rasyid
istimewa
Pos mortem atau pemeriksaan daging dan organ dalam babi oleh Petugas Medikvet Jembrana, Selasa 7 Juni 2022 kemarin. (ist). 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Sebanyak 367 ekor babi, baik jantan atau betina disembelih atau dipotong dalam perayaan momen penampahan Galungan, Selasa 7 Juni 2022 kemarin.

Ratusan ekor babi itu pun dinyatakan layak dikonsumsi oleh Bidang Keswan Kesmavet Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana.

Ratusan ekor babi itu merupakan data yang masuk baik dipotong oleh warga atau di rumah pemotongan hewan.

Petugas dari Dinas Pertanian dan Pangan Pemkab Jembrana Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet), drh. Gede Adi Adnyana mengatakan, bahwa untuk 367 ekor babi layak konsumsi itu terdiri dari 236 babi jantan dan 131 babi betina.

Yang terdiri dari sebanyak 90 babi dipotong di Melaya, terdiri dari 55 jantan dan 35 betina. Kemudian di Negara, ada sebanyak 77 ekor babi yang terdiri dari 42 jantan dan 35 betina.

Selanjutnya di Kecamatan Jembrana ada sebanyak 46 babi, terdiri dari 25 jantan dan 21 betina. Di Kecamatan Mendoyo, 50 ekor babi terdiri dari 39 jantan dan 11 betina. Dan terakhir di Kecamatan Pekutatan, ada sebanyak 104 ekor babi, terdiri dari 75 jantan dan 29 betina.

“Seluruh babi yang terdata terhindar dari penyakit dan organ dalam babi cukup baik dan layak dikonsumsi,” ucapnya, Rabu 8 Juni 2022.

Baca juga: Promo Indomaret 9 Juni 2022, Corneto Beli 2 Gratis 1, Biskuit Susu Sabun Sampo & Kopi Turun Harga

Baca juga: 7 Hari Awal Bulan Juni, Bandara Ngurah Rai Layani 148.677 Penumpang Domestik

Adi menyebut, untuk harga babi sendiri di harga hidup berkisar dari mulai Rp 38 ribu hingga 42 ribu. Sedangkan babi potong atau sudah mati, di pedagang berkisar di angka Rp 85 hingga Rp 100 ribu. Dan terjadi kenaikan harga yang cukup signifikan.

“Untuk pemotongan tidak akan dilakukan lagi jadi hanya saat penampahan. Hari ini tidak ada. Dan akan dilanjutkan saat penampahan Kuningan,” ungkapnya.

Adi menambahkan, bahwa pengecekan kondisi kesehatan ternak terutama babi, sudah dilaksanakan mulai Sabtu hingga Senin, dan Selasa kemarin pos mortem dilakukan. Pelaksanaan dilakukan oleh Medikvet di masing-masing Kecamatan.

Petugas sendiri, memeriksa baik sebelum babi dipotong hingga dipotong atau pos mortem. Pihaknya memastikan bahwa babi yang dikonsumsi masyarakat tidak terjangkit Streptococcosis, Hogcholera, ASF, dan cacingan.

“Pengecekan organ-organ dalam juga. Ketika ada yang sakit atau rusak, maka diafkir dan tidak boleh dikonsumsi,” bebernya. (ang).

BERITA LAINNYA

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved