Berita Gianyar

Penggunaan Listrik di Bali Timur Mendekati Normal, Sempat Turun Karena Pandemi

Penggunaan listrik di Bali Timur mendekati normal. Sempat turun karena pandemi

ist
Manager PLN UP3 Bali Timur, Andre Pratama menunjukkan kompor berbahan bakar listrik, di Gianyar, Jumat 10 Juni 2022 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Penggunaan listrik di wilayah Bali Timur yang meliputi Gianyar, Klungkung, Bangli dan Karangasem hampir mendekati normal, Jumat 10 Juni 2022, yakni sebesar 800 Megawatt (MW) per hari, sementara beban total yang dimiliki 900 MW per hari.

Saat krisis akibat pandemi covid-19, penggunaan listrik per hari di kisaran 600-700 MW. Hal itu diungkapkan Menejer PLN UP3 Bali Timur, Andre Pratama di Gianyar.

"Dulu sebelum pandemi beban puncak 900 MW, namun saat krisis turun ke 600-700 MW. Syukur saat ini penggunaan listrik kembali mendekati nomar, yakni 800 MW per hari," ujar Andre.

Andre mengungkapkan, sempat turunnya penggunaan listrik tersebut dikarenakan banyak perusahaan, termasuk hotel yang mengurangi penggunaan listrik akibat tak beroperasi. Selain itu, banyak juga yang usahanya tutup total.

"Saat ini 800 MW itu dikarenakan perekonomian sudah mulai bergeliat, perusahaan-perusahaan yang dulu tutup, sekarang sudah mulai beroperasi lagi. Dulu karena banyak perusahaan tutup, mengurangi pemakaian. Jdi otomatis, konsumsi listrik berkurang. Astungkara sudah mulai membaik, meskipun belum 100 persen," ungkapnya.

Meskipun ekonomi sempat terpuruk, Andre mengatakan pihaknya bersyukur tidak ada masyarakat atau perusahaan yang memutus sambungan listrik. Selain itu, saat ini pihaknya juga tidak memiliki daftar antraian. Hal itu menunjukkan listrik di Bali timur dalam kondisi aman. "Layanan kita aman, tidak ada daftar tunggu pemasangan listrik, dan saat krisis akibat pandemi tidak ada yang putus sambungan," ujar Andre.

Andre mengatakan, saat ini PLN Bali timur terus berusaha mengikuti perkembangan zaman. Seperti menyiapkan stasiun listrik untuk kendaraan listrik. Dimana saat ini pihaknya memiliki empat stasiun listrik di empat kabupaten di Bali timur. Yakni, di Kantor PLN Gianyar, Kantor PLN Klungkung, Kantor PLN Karangasem. Sementara di Kabupaten Bangli, stasiun listrik dibangun di Kecamatan Kintamani.

"Hanya di Bangli kita tidak bikin di pusat kota, hal ini karena menyesuaikan keramaian. Seperti kita ketahui bahwa di Bali itu yang banyak aktivitas wisatawannya di Kintamani," ujarnya.

"Selain menyediakan stasiun pengisian bahan bakar listrik untuk kendaraan listrik. Kami juga mendukung program pemerintah tarkait kompor induksi atau kompor berbahan bakar listrik.

Meskipun pasokan daya listrik yang dimiliki PLN Bali timur masuk dalam kategori aman. Namun pihaknya meminta pada masyarakat, khususnya yang bermain layangan, agar tidak bermain layangan dekat jaringan PLN. Sebab jika tersangkut di jaringan PLN, maka akan menyebabkan gangguan listrik. "Mari kita jaga keamanan listrik kita dengan tidak bermain layangan dekat jaringan PLN, dan jangan menginapkan layangan, sebab bisa saja jatuh di jaringan atau jika talinya mengandung logam, itu dapat mengancam pelayanan listrik kita pada masyarakat," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Berita Terkait :#Berita Gianyar
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved