Berita Bali

Stok Babi Meningkat Karena PMK, Kadistan Bali Akui Harga Babi Alami Penurunan

Stok babi meningkat di Bali pasca penyakit kuku dan mulut (PMK) mewabah di Jawa Timur beberapa waktu lalu.

Istimewa
Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, I Wayan Sunada - Stok Babi Meningkat Karena PMK, Kadistan Bali Akui Harga Babi Alami Penurunan 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Stok babi meningkat di Bali pasca penyakit kuku dan mulut (PMK) mewabah di Jawa Timur beberapa waktu lalu.

Sebelumnya seluruh hewan ternak di Bali tertahan tidak dapat didistribusikan keluar pulau karena adanya PMK.

Namun setelah Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali bersurat ke pemerintah pusat, hewan ternak di Bali dapat kembali didistribusikan termasuk babi.

Hal tersebut menyebabkan harga babi anjlok turun.

Baca juga: Populasi Sapi di Denpasar 4000-an Ekor, Distan Sebut Belum Ada Alokasi untuk Vaksin PMK

Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, I Wayan Sunada mengatakan, hal tersebut tergantung pada pasar.

"Itu kan tergantung pasar kalau masalah harga. Sekarang kan sudah dibuka kerannya untuk pengiriman itu jadi yang di sana kalau dulu masih normal harganya karena PMK. Dan berapapun yang diminta ada, setelah itu kan semuanya ngirim babi. Dan babi itu banyak stoknya baru dibuka dan bisa mengirim antar pulau kurang lebih 12 ribu ekor, jadi harganya turun," kata Sunada, Kamis 16 Juni 2022.

Ia menjelaskan, bahwa hukum pasar memang begitu, di mana semakin banyak ada barang maka harga akan turun sementara, jika jumlah barang sedikit harga akan naik.

Ia pun mengatakan, dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan hanya mengusahakan bagaimana babi tetap terjaga stoknya dan sehat.

"Kami sudah upayakan agar babi bisa dikirim keluar karena sebelumnya PMK kan babi tidak bisa dikirim keluar kemana-mana tidak boleh hanya boleh di pasar Bali, sehingga sudah dibuka dan bisa dipasarkan ke Lampung, Jawa Barat dan NTT. Karena banyaknya babi otomatis harga turun," tambahnya.

Sementara, untuk stok babi dan sapi jelang Kuningan dinilai masih cukup.

Terlebih untuk di Bali sampai dapat mendistribusikan hewan ternak keluar. Hanya saja harganya yang turun.

Sebelum PMK pengiriman babi normal, namun setelah ada PMK memang cukup lama tidak dapat mengirim hewan ternak keluar daerah.

Baca juga: VAKSIN PMK, Peternak Bangli Sambut Baik Kabar Ini 

"Jadi babi di Bali itu stoknya banyak begitu dibuka babi kita di Bali sampai 12 ribu setelah dikirim harganya agak turun. Akibat dari stok kemarin," terangnya.

Untuk harga daging babi saat ini rata-rata di Bali Rp. 84.289 per kilogramnya, dan pada Kabupaten Jembrana Rp 90 ribu.

Menurutnya tidak ada oknum yang sengaja membuat harga babi anjlok.

"Itu oknum tidak ada yang seperti itu, kalau seperti itu kurang bagus permainan seperti itu. Kita tetap mengeluarkan surat keterangan hewan agar pedagang antar pulau membeli babi di petani dan mereka bisa menjual keluar," tutupnya. (*).

Ilustrasi babi - Stok Babi Meningkat Karena PMK, Kadistan Bali Akui Harga Babi Alami Penurunan
Ilustrasi babi - Stok Babi Meningkat Karena PMK, Kadistan Bali Akui Harga Babi Alami Penurunan (Tribun Bali/Eka Mita Suputra)

Kumpulan Artikel Bali

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved