Tabrakan Maut Baturiti

KISAH SOSOK Mendiang Wayan Wandani, Ibu Tiga Anak Bantu Suami Seorang Petani

Kasih ibu sepanjang masa, demikian pepatah yang menggambarkan kisah heroik Wayan Wandani. Korban meninggal dunia dalam tragedi tabrakan maut Baturiti.

Pixabay/sasint
Ilustrasi ibu dan anak- Mengenang Wayan Wandani, sosok ibu yang menyelamatkan anaknya dalam tabrakan maut di Pacung, Baturiti Tabanan. 18 Juni 2022 

TRIBUN-BALI.COM - Ni Wayan Wandani, adalah sosok ibu yang luar biasa. 

Mendiang ibu tiga anak ini, benar-benar menjadi contoh panutan dalam kesehariannya. 

Ia bahkan rela mengorbankan nyawanya, demi sang buah hati. 

Namun naas, ia tertabrak bus dan meninggal dunia dalam tragedi tabrakan maut di Baturiti

Kasih ibu sepanjang masa, nampaknya pepatah ini memang disematkan untuknya. 

Baca juga: SUAMI Wayan Wandani Masih Terpukul, Keluarga Harapkan Ada Pertanggungjawaban Perusahaan Bus

Baca juga: PILU! Wayan Wandani, Korbankan Diri Selamatkan Anaknya Dalam TABRAKAN Maut di Baturiti

Tragedi tabrakan maut di Baturiti, karena rem blong bus pariwisata dari Jawa ke Bali.
Tragedi tabrakan maut di Baturiti, karena rem blong bus pariwisata dari Jawa ke Bali. (Tribun Bali/Made Ardhiangga Ismayana)

Sesaat sebelum kecelakaan beruntun itu terjadi di Banjar Pacung, Baturiti, Tabanan, Bali. 

Wayan Wandani dan anak sulungnya, Ni Luh Putu Octa, usai bersembahyang hari suci Kuningan

Wayan Wandani mengajak Octa mengambil banten atau ngelungsur

Setelah maturan di merajan gede di sana. 

Kemudian selesai ngelungsur, korban bermaksud untuk pulang dengan memakai pakaian adat Bali.

Namun naas, bus pariwisata beratap oranye itu oleng dan berjalan zig zag.

Rem bus pariwisata itu tidak berfungsi. 

Hingga terjadilah tabrakan maut, dan kecelakaan beruntun di Pacung, Baturiti

Wayan Wandani mendorong anak sulungnya, agar tidak tertabrak. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved