Berita Bali United

Pelatih Bali United Coach Teco Sesalkan Insiden Tewasnya 2 Bobotoh

Insiden yang membuat dua bobotoh meninggal juga disesalkan oleh Pelatih Bali United, Stefano Cugurra. Ini kata Teco.

istimewa
Stefano Cugurara atau Coach Teco - Pelatih Bali United Coach Teco Sesalkan Insiden Tewasnya 2 Bobotoh 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, BANDUNG - Dua orang bobotoh meninggal dunia diduga karena berdesak-desakan memasuki Stadion Gelora Bandung Lautan Api untuk menyaksikan laga Piala Presiden 2022 yang mempertemukan antara Persib Bandung melawan Persebaya Surabaya.

Tagar #BobotohBerduka pun mencuat sebagai ungkapan duka cita mendalam dari berbagai elemen khususnya suporter Persib Bandung, bahkan rencananya suporter ingin mengosongkan tribun stadion saat laga Persib Bandung melawan Bhayangkara FC.

Insiden yang membuat dua nyawa melayang ini juga disesalkan oleh Pelatih Bali United, Stefano Cugurra.

Pelatih yang akrab disapa Coach Teco ini sejatinya sangat merindukan kehadiran suporter di stadion karena lebih dari dua tahun masa Pandemi COVID-19 sepak bola berlangsung tanpa suporter.

"Ya ini buruk sekali, kita dengar berita sangat buruk," kata Coach Teco kepada Tribun Bali, pada Senin 20 Juni 2022. 

Menurut Teco, suporter yang hendak masuk ke stadion menonton pertandingan sepak bola harus dikelola dengan baik, sepak bola yang sejatinya hiburan malah menjadi malapetaka. 

"Saya pikir harus punya organisasi lebih bagus ini bukan pertama kali terjadi di Liga Indonesia bukan di Bandung saja tapi di daerah lain ada supporter meninggal dunia," ucapnya.

Baca juga: Mantan Bos Harap Markas Persib Tetap Di GBLA, Begini Kondisinya Pasca Kejadian 2 Bobotoh Meninggal

"Supporter juga harus tahu buat menikmati pertandingan kita tidak boleh terima ada orang meninggal," imbuh pelatih asal Brazil ini.

Teco yang sudah berkarier menjadi pelatih di Indonesia sejak tahun 2003 mengaku senang atmosfer suporter sepak bola Indonesia yang begitu fanatik dan totalitas dalam mendukung tim kesayangannya.

Namun, dikatakan Teco harus ada kontrol untuk suporter agar kejadian serupa tidak terulang. Bagi pelatih berusia 47 tahun ini, kejadian ini awal buruk bagi Liga Indonesia.

"Saya sudah lama di Indonesia, waktu stadion penuh pasti pemain senang, saya senang, tapi harus ada kontrol buat tidak ada masalah lagi seperti meninggal dua supporter dari Persib, saya pikir harus dievaluasi," kata dia.

"Lebih dua tahun main tanpa supporter sekarang kita senang main lagi seperti biasa sama suporter tapi ini awal sangat buruk buat Liga Indonesia," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved