Berita Denpasar

Okupansi Hotel di Denpasar Rata-rata 30 Persen, Harga Sewa Kamar Masih Belum Normal

Okupansi Hotel di Denpasar, kedatangan wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara alami peningkatan, masih ada pemotongan harga

Tribun Bali/I Putu Supartika
Ketua PHRI Denpasar Ida Bagus Gede Sidharta Putra - Okupansi Hotel di Denpasar Rata-rata 30 Persen, Harga Sewa Kamar Masih Belum Normal 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Wisatawan domestik maupun mancanegara yang datang ke Bali khususnya Kota Denpasar terus mengalami peningkatan.

Meskipun demikian, harga jual hotel atau sewa kamar hotel di Denpasar masih belum normal.

Seperti halnya pada nilai sewa kamar di Griya Santrian, Sanur, yang masih ada pemotongan harga sekitar 35 persen hingga 40 persen.

Meskipun demikian, tingkat hunian kamar (okupansi) di Denpasar terus merangkak naik.

Baca juga: Kunjungan Naik 1.030 Persen, Top 3 Wisman ke Bali dari Australia, Inggris, Singapura

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Denpasar yang juga owner Griya Santrian, Ida Bagus Gede Sidharta Putra mengatakan, untuk di Griya Santrian sendiri okupansinya sudah mencapai 65-70 persen.

"Ini bagus. Meskipun harga belum normal, tetapi secara umum okupansi di Denpasar masih merangkak walaupun sudah dibuka border internasional. Banyak hotel yang tidak siap, dua tahun itu rusak total," katanya.

Ia mengatakan, saat normal, ada sekitar 8.000 kamar hotel di Denpasar.

Namun, diperkirakan kini totalnya sekitar setengah dari jumlah tersebut.

Pihaknya mengaku, belum ada konfirmasi atau pengecekan lebih lanjut, seberapa banyak hotel-hotel yang masih bertahan, bangkrut, atau sedang diperbaiki pasca dua tahun mewabahnya pandemi Covid-19.

"Misalnya dari 138 kamar di Griya Santrian, 80 kamar saya itu tidak bisa kejual. Melepuhlah catnya, AC rusak, lampu mati, duit tidak ada beliin (fasilitas kamar baru), benerin itu, perlahan kita dapat duit, kita perbaiki," katanya.

Sidarta mengatakan, untuk saat ini okupansi hotel di Denpasar rata-rata berada di kisaran 30 persen.

Sebaran wisatawannya yakni di wilayah Sanur yang didominasi oleh wisman asal Australia.

Sedangkan di wilayah Denpasar, didominasi wisatawan domestik.

"Jika kita bandingkan dengan domestik, yang bisa mencapai 80-90 persen, besoknya 0 persen lagi karena seasonal, libur Lebaran, libur sekolah, mungkin ada event Kementerian. Begitu selesai, bingung kita cari tamunya. Bersyukur, dengan mix antara wisman dan wisdom yang ada, yakin akan ada peningkatan okupansi," katanya. (*).

Foto Ilustrasi Hotel - Okupansi Hotel di Denpasar Rata-rata 30 Persen, Harga Sewa Kamar Masih Belum Normal
Foto Ilustrasi Hotel - Okupansi Hotel di Denpasar Rata-rata 30 Persen, Harga Sewa Kamar Masih Belum Normal (Gambar oleh Martin Eklund dari Pixabay)

Kumpulan Artikel Denpasar

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved