Berita Klungkung

Tidak Dapat Siswa, 3 SMA/SMK Terpaksa Tutup dalam Kurun Waktu 5 Tahun Terkahir

Tidak Dapat Siswa, 3 SMA/SMK Terpaksa Tutup Dalam Kurun Waktu 5 Tahun Terkahir

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Harun Ar Rasyid
ist
Ketua BMPS Klungkung I Gusti Lanang Made Puji, didampingi Ketua Penasehat BMPS Klungkung I Gusti Made Subarata, Selasa (5/7). 

TRIBUN-BALI.COM - BMPS (Badan Musyawarah Perguruan Swasta) berharap sekolah negeri di Klungkung tidak menerima siswa melebihi kuota yang ditentukan di masing-masing sekolah.

Hal ini untuk memberikan kesempatan pada sekolah swasta untuk dapat menerima siswa.

Apalagi 5 tahun terkahir, sudah ada 3 SMA/SMK yang harus tutup karena tidak mendapatkan siswa.

Ketua BMPS Klungkung I Gusti Lanang Made Puji menjelaskan, saat ini ada 7 sekolah tingkat SMA/SMK Swasta di Klungkung. Beberapa diantaranya bahkan telah membuka pendaftaran siswa baru sejak 2 bulan lalu. Hanya saja jumlah siswa yang mendaftar belum begitu banyak.

Ketua BMPS Klungkung I Gusti Lanang Made Puji, didampingi Ketua Penasehat BMPS Klungkung
I Gusti Made Subarata, Selasa (5/7).
Ketua BMPS Klungkung I Gusti Lanang Made Puji, didampingi Ketua Penasehat BMPS Klungkung I Gusti Made Subarata, Selasa (5/7). (ist)

" Jumlah pendaftar masih minim, karena pengumuman di sekolah negeri baru dilaksanakan kemarin (4 Juli 2022). Sekolah swasta masih ada waktu untuk menerima siswa baru sampai tanggal 10 Juli nanti. Karena tanggal 11 Juli sudah mulai persiapan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS)," ungkap Gusti Lanang Made Puji, Selasa 5 Juli 2022. 

Kaitannya dengan PPDB tingkat SMA/SMK di Klungkung, dirinya berharap kepala sekolah negeri dapat berkomitmen dan mengikuti aturan PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) Provinsi Bali, dengan tidak menerima siswa melebihi kuota yang telah ditentukan sebelumnya.

Bahkan berkaca dari PPDB tahun sebelumnya, pihaknya menyebut ada sekolah negeri yang masih menerima siswa melebihi kuota yang ditentukan.

" Kami harap kepala sekolah negeri agar lebih profesional menyikapi sistem PPDB ini. Jangan mengurangi atau menambah kuota siswa yang telah ditentukan. Kami sekolah swasta juga memiliki peran untuk meningkatkan mutu pendidikan " jelas Gusti Lanang Made Puji.

Sehingga kedepan sekolah swasta juga diharapkan terus bisa meningkatkan mutu pendidikan, mulai dari meningkatkan kedisiplinan di lingkungan sekolah baik untuk kalangan siswa ataupun guru.

" Sekolah swasta kedepan pasti upayakan peningkatan mutu, untuk dapat terus bertahan. Bagaimana pengelola sekolah swasta harus meningkatkan kedisiplinan mulai dari guru sampai siswa dan selalu harus upayakan peningkatan mutu sekolah," ungkap Gusti Lanang Made Puji.

Sementara itu Ketua Penasehat BMPS Klungkung I Gusti Made Subarata menjelaskan, sejak 5 tahun terkahir sudah ada 3 SMA/SMK Swata di Klungkung yang harus tutup karena tidak mendapatkan siswa. Sekolah tersebut yakni SMA PGRI Klungkung, SMK Eka Widya Semara, dan terakhir SMK Pariwisata Aswa Weda.

" Sekarang tersisa 3 SMA dan 4 SMK berstatus Swasta di Klungkung. Sehingga kami harap sekolah negeri tetap mengikuti aturan PPDB. Sehingga kami di sekolah swasta masih bisa berperan aktif mendidik anak bangsa," timpal Gusti Made Subrata. (mit)

BERITA LAINNYA

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved