Sponsored Content

Akses Program Pelatihan Kerja Bagi Tenaga Kerja di Perdesaan

UPTD BLK-IP melakukan training need analysis untuk mengetahui kebutuhan pasar

Istimewa
Akses Program Pelatihan Kerja Bagi Tenaga Kerja di Perdesaan 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pengangguran masih merupakan suatu permasalahan yang menjadi fokus pemerintah karena berakibat pada penurunan produktivitas dan pendapatan masyarakat.

Sehingga dikhawatirkan berdampak terhadap kemiskinan dan memicu masalah sosial lainnya.

Mengingat bahwa pengangguran timbul akibat ketidakseimbangan lapangan pekerjaan dengan tenaga kerja, maka pemerintah berupaya untuk mendukung terciptanya lapangan pekerjaan baru, baik di wilayah perkotaan maupun perdesaan.

Selain mendukung perluasan lapangan pekerjaan, pemerintah juga berupaya untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja Indonesia agar memenuhi kualifikasi dan memiliki skill sesuai tuntutan dunia kerja.

Baca juga: Prodi Manajemen Konvensi dan Perhelatan Politeknik Pariwisata Bali Gelar Pelatihan Bahasa Asing

Pandemi Covid-19 yang mulai merebak di Indonesia sejak Maret 2020 juga telah berdampak signifikan terhadap tingkat pengangguran.

BPS mencatat bahwa tingkat pengangguran terbuka di Indonesia pada tahun 2020 meningkat menjadi 7,07 di mana sebelumnya tahun 2019 sebesar 5,23.

Pembatasan sosial serta perlambatan aktivitas perekonomian tidak hanya berdampak pada peningkatan pengangguran di daerah perkotaan, tetapi juga di perdesaan.

Bila sebelum pandemi Tingkat Pengangguran Terbuka di perdesaan hanya 3,92 namun mengalami peningkatan pada tahun 2020 menjadi 4,71 dan kembali menurun di tahun 2021 menjadi 4,17.

Tenaga kerja merupakan penduduk dalam usia kerja yang siap melakukan pekerjaan, baik mereka yang sudah bekerja, sedang mencari pekerjaan, sedang bersekolah, maupun sedang mengurus rumah tangga.

Kualitas tenaga kerja dapat dinilai dari keahlian atau kemampuan yang dimiliki tenaga kerja dalam melakukan pekerjaannya.

Selain mencakup pendidikan formal, kualitas juga ditunjukkan oleh sikap serta perilaku tenaga kerja.

Tidak kita pungkiri bahwa tenaga kerja Indonesia masih ada yang belum memiliki kualitas sesuai tuntutan dunia kerja.

Keterbatasan akses pendidikan formal maupun informal, disinyalir sebagai salah satu penyebabnya.

Oleh karena itu, pemerintah telah menggulirkan berbagai program meningkatkan kualitas tenaga kerja.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved