Berita Buleleng

Berawal dari Kata Kasar, Ketut Arta Dianiaya hingga Tewas dan Ditinggalkan di Pinggir Jalan Buleleng

Polisi tetapkan tiga tersangka kasus penganiayaan di Desa Dapdap Buleleng, motif karena tersinggung dilontari kata-kata kasar.

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Kasi Humas Polres Buleleng AKP Gede Sumarjaya 

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Polisi telah menetapkan tiga pria sebagai tersangka, atas kasus  penganiayaan di Banjar Dinas Tista, Desa Dapdap Putih, Kecamatan Busungbiu, Buleleng, Bali.

Tiga pria itu nekat menganiaya Ketut Arta Wijaya (52) hingga tewas lantaran sakit hati, dilontarkan kalimat kasar. 

Kasi Humas Polres Buleleng, AKP Gede Sumarjaya ditemui Jumat 8 Juli 2022 mengatakan, tiga pria yang ditetapkan sebagai tersangka itu masing-masing bernama I Kadek Supartika (48) asal Jembrana, I Putu Roki Suputra (21) asal Jembrana, dan I Ketut Sugiartana (19) asal Busungbiu.

Baca juga: Berkelahi dengan 4 Pria, Ketut Arsa Ditemukan Tewas Tergeletak di Pinggir Jalan Buleleng

Mereka resmi ditetapkan sebagai tersangka pada Jumat, dan akan dilakukan penahanan selama 20 hari kedepan. 

AKP Sumarjaya menjelaskan, sebelum tewas dianiaya, Ketut Arta sempat mengendari motor bersama salah satu kerabatnya bernama Made Suadnya (31).

Kemudian saat melintas di depan pasar Desa Dapdap Putih, korban diserempet oleh tiga tersangka, yang saat itu tengah mengendarai mobil pikap. 

Bukannya menolong, usai menyerempet korban, tiga tersangka itu justru pergi.

Sehingga almarhum Ketut Arta merasa kesal, lalu mengejar mobil pikap tersebut.

Almarhum Ketut Arta diakui AKP Sumarjaya sempat melontarkan kalimat kasar kepada tiga tersangka itu.

Sehingga para tersangka tersinggung,  lalu memutuskan untuk mengeroyok almarhum Ketut Arta. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved