Berita Buleleng

Tersangka Arta Gunakan Sertifikat Tanah Sebagai Kompensasi Deposito

Pasca dilakukan penahanan, satu per satu modus tindakan korupsi yang dilakukan oleh Ketua LPD Anturan Nyoman Arta Wirawan terku

Istimewa
Foto: Istimewa/ Salah satu nasabah LPD Anturan saat mengembalikan sertifikat yang sempat ia terima dari tersangka Nyoman Arta Wirawan, Senin (11/7). 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Pasca dilakukan penahanan, satu per satu modus tindakan korupsi yang dilakukan oleh Ketua LPD Anturan Nyoman Arta Wirawan terkuak.

Ia diduga telah melakukan kompensasi deposito, dengan menggunakan sertifikat tanah. 

Artinya, uang beberapa nasabah yang tidak bisa ditarik, ia tukarkan dengan sertifikat tanah.

Perkaranya, nilai sertifikat itu tidak ditentukan atas kesepakatan Bendesa Adat maupun pengurus LPD lainnya.

Humas sekaligus Kasi Intel Kejari Buleleng, AA Jayalantara ditemui Senin (11/7) mengatakan, pihaknya menduga ada 80 lebih Sertifikat Hak Milik (SHM) atas bukti kepemilikian tanah tersangka Arta.

Tanah itu sebelumnya dibeli oleh Artha dengan menggunakan uang tabungan milik para nasabah di LPD Anturan.  

Baca juga: Kapolres Badung Turun Langsung Beri Pengamanan Sholat Idul Adha 1443H di Puspem Badung

Hal ini membuat kuangan LPD Anturan menjadi kacau. Beberapa nasabah tidak dapat menarik tabungannya.

Hal ini lantas membuat tersangka Arta terpaksa menyerahkan sertifikat tanah itu kepada  beberapa nasabah, sebagai bentuk kompensasi.

Sehingga dengan diberikan sertifikat itu, deposito milik beberapa nasabahnya telah dianggap lunas. 

"Jadi penentuan nilai sertifikat itu atas keputusan kedua belah pihak. Antara Arta dengan nasabahnya.   

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved