Bisnis

INVESTOR SAHAM di Bali Tumbuh, Per JUNI 2022 Ada 11.115 Investor BARU

Jumlah investor pasar modal secara keseluruhan baik saham, obligasi, reksadana, dan produk turunannya di Bali hingga Juni 2022 sebanyak 173.066.

Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Sementara itu, jumlah investor pasar modal secara keseluruhan baik saham, obligasi, reksadana, dan produk turunannya di Bali hingga Juni 2022 sebanyak 173.066 investor. 

TRIBUN-BALI.COM - Total transaksi saham di Bali sejak Januari hingga Juni 2022, mencapai kurang lebih Rp 20,59 triliun.

Jumlah ini mencapai 44 persen, dari total transaksi saham di tahun 2021 lalu.

Sementara itu, jumlah investor pasar modal secara keseluruhan baik saham, obligasi, reksadana, dan produk turunannya di Bali hingga Juni 2022 sebanyak 173.066 investor.

Dengan kondisi ini, artinya terjadi pertumbuhan sebesar 24.796 investor baru, atau 17 persen dari tahun 2021 lalu.

“Untuk jumlah investor saham di Bali sebanyak 86.507.

Investor per Juni 2022, bertumbuh sebesar 11.115 investor baru atau 14,31 persen dari tahun sebelumnya,” kata Kepala Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Bali, I Gusti Agus Andiyasa, Rabu 13 Juli 2022.

Baca juga: Transaksi Saham di Bali Tahun 2022 Ini Capai Rp 6,7 T, 14 Persen dari Total Transaksi Tahun Lalu

Baca juga: OJK Permudah Investasi Pembelian Saham, Simak Penjelasannya

Kepala Perwakilan BEI Denpasar, Agus Andiyasa.
Kepala Perwakilan BEI Denpasar, Agus Andiyasa. (Tribun Bali/AA Seri Kusniarti)

Secara sebaran wilayah, Kota Denpasar menempati posisi pertama untuk jumlah investor saham tertinggi di Bali yakni sebesar 40 persen.

Disusul Badung dengan besaran 18 persen.

Gianyar sebesar 10 persen.

Buleleng sebesar 9 persen.

Tabanan 8 persen.

Karangasem 5 persen.

Jembrana sebesar 4 persen.

Klungkung 3 persen.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved