Kabar Tabanan

Baru 106 Ekor Sapi Terasuransi, 2023 Target 1.000 Ekor di Tabanan

Minat masyarakart terhadap layanan asuransi usaha ternak sapi dan kerbau yang diberikan Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Tabanan masih minim.

istimewa
Peternak sapi di Karangasem - Baru 106 Ekor Sapi Terasuransi, 2023 Target 1.000 Ekor di Tabanan. Minat masyarakart terhadap layanan asuransi usaha ternak sapi dan kerbau yang diberikan Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Tabanan masih minim. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN- Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Tabanan memberikan layanan asuransi terhadap usaha ternak sapi dan kerbau. Sayangnya, animo peternak terhadap asuransi ini minim. Hingga saat ini hanya tercatat sekitar 106 ekor sapi dari populasi keseluruhan di Tabanan yang terasuransi. Terkahir populasi sapi di Tabanan tercatat ribuan ekor. Sehingga, Distan akan mentargetkan 1.000 ekor di tahun 2023 untuk dapat terasuransi.

Kepala Dinas Pertanian Tabanan, I Made Subagia mengatakan, bahwa pihaknya mengusulkan sapi asuransi 1.000 ekor untuk tahun 2023. Saat ini, untuk asuransi usaha Ternak Sapi dan Kerbau, masih 106 ekor. Dan memang asuransi sapi ini hanya untun sapi betina saja. Karena memang hanya gender betina itu saja yang terakomodir untuk dibiayai oleh APBN.

“Jadi saat ini masih 106 ekor. Kami target 1000 ekor untuk 2023,” ucapnya Kamis 14 Juli 2022.

Baca juga: 5 Tahun Adi Husada Cancer Center, Hadirkan Layanan Baru Ruang Kemoterapi VIP

Ia menjelaskan, untuk sapi betina yang bisa diasuransikan memiliki beberapa syarat. Pertama, syarat umur sapi ialah satu tahun ke atas, dan dipelihara oleh kelompok ternak. Selanjutnya, ada ear tag (cap kuping) dari sapi yang diasuransikan. Fungsi dari ear tag, supaya memudahkan untuk peternak yang akan mengklaim kematian ternak.

“Asuransi ini merupakan program pemerintah pusat. Dimana anggaran yang dipakai ialah masih sebagian besar dari APBN,” ungkapnya.

Subagia melanjutkan, asuransi itu sendiri bertarif sekitar Rp 200 ribu per tahunnya. Dimana 80 persen dari asuransi merupakan biaya dari APBN atau sekitar Rp 160 ribu. Sedangkan Rp 40 ribu merupakan biaya dari peternak itu sendiri. Lantas atas hal ini, yang kemudian memang membuat animo cukup minim. Namun, pada 2023 dengan target 1.000 ekor sapi itu, nantinya untuk Rp 40 ribu yang dibebankan kepada peternak. Selanjutnya maka akan diganti melalui APBD.

“Jadi tidak ada biaya lagi kepada peternak semua ditanggung oleh APBN dan APBD,” bebernya.

Ia menambahkan, dari 106 ekor yang di asuransi itu, untun yang sudah mengklaim satu ekor sudah cair karena patah tulang. Dan dua sedang proses karena patah tulang dan sakit. Nah, untuk kompensasi sendiri, untun ternak yang mati akan diganti rugi sebesar Rp 10 juta, patah tulang Rp 5 juta dan masih bisa dijual. Sesangkan untuk sapi yang hilang maka dibayar kompensasi asuransi Rp 3 juta.

“Kalau untuk PMK di luar ini. Kalau khusus PMK akan dicover oleh pusat untuk bantuan sosial akhirnya,” jelasnya.

Data Dinas Pertanian Tabanan populasi ternak di Tabanan yang sesuai rentan karena PMK seperti, kambing 1.754 ekor, sapi 3.329 ekor, kerbau 59 ekor, dan babi 22.781. Sedangkan kelompok ternak sapi yang tersebar di 10 kecamatan dengan rincian, 10 kelompok di Kecamatan Penebel, 27 kelompok di Kecamatan Baturiti, 15 kelompok di Kecamatan Marga, 17 kelompok di Kecamatan Kerambitan, 9 kelompok di Kecamatan Tabanan dan 5 kelompok di Kediri, 15 kelompok di Kecamatan Selemadeg Barat, 26 kelompok di Kecamatan Selemadeg Timur, 12 kelompok di Kecamatan, 7 kelompok di Kecamatan Pupuan. (ang).

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved