Kabar Karangasem

Gelombang Tinggi, Nelayan di Karangasem Tak Melaut Dua Minggu

Warga yang berprofesi sebagai nelayan di Br Dinas Ujung Pesisir, Tumbu, Karangasem tak turun melaut dikarenakan angin kencang dan gelombang tinggi.

Tribun Bali/Saiful
Warga yang berprofesi sebagai nelayan di Br Dinas Ujung Pesisir, Tumbu, Karangasem tak turun melaut dikarenakan angin kencang dan gelombang tinggi. 

AMLAPURA, TRIBUN BALI. COM - Nelayan di Br Dinas Ujung Pesisi, Tumbu, Kecamatan Karangasem tak turun melaut dikarenakan angin kencang dan gelombang tinggi di Perairan Karangasem, Kamis  (14/7/2022). Tinggi gelombang diperkirakan 2 meter, sedangkan ombak di pesisir cukup keras.

Nurfiah, nelayan asal Ujung Pesisi, mengatakn, hampir semua nelayan tidak meluaut sejak dua minggu lalu. Pemicunya  karena cuaca tak brsahabat, shingga nelayan takut turun. Kemungkinan nelayan akan kembali melaut stelah cuaca ditengah laut mulai bersahabat. Angin bertiup pelan.

"Sudah 2 minggu  nelayan nggak melaut. Makanya perahu nelayan semua  beerada diatas (Pantai). Takut dihantam ombak,"kata Nurfiah saat ditemui di  Pantai Ujung Pesisi, Tumbu, Karangasem

Pihaknya belum bisa memastikan sampai kapan akan libur melaut. Hingga kini gelombang masih cukup tinggi. Ombak pantai keras, sehingga nelayan sedikit kesulitan saat akan  menurunkaan jukungnya. Mengingat senderan sekitar pantai tak rata. Bebatuan banyak yang menonjol ke atas.

"Cuaca sekarang tak bisa diprediksi. Nggak menentu. Sekarang panas, besok tiba - tiba hujan, angin kencang, gelombang tinggi,"tambah Nurfiah, pria asli Banjar Dinas Ujung Pesisi.

Nelayan tak berani memastikan sampai kapan libur melaut. Mengingat cuacaanya belum bersahabat. Untuk sementara nelayan memilih beeristirahat karena takut  melaut. Memperbaiki peralatan melaut. Ada juga yang beralih profesi sementara. Jadi buruh  bangunan, buruh warung, dan buat kapal

Pihaknya berharap kondisi gelombang di laut segera membaik, sehingga para nelayan bisa segera turun mlaut. Terpenting yakni populasi ikan bisa meningkat, sehingga hasil tangkapn bisa lebih banyak. Sejak beberapa hari terakhir nelayan mengeluh karena mrugi. Hasil tidak sesuai pengeluaran.

(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved