Pemilu 2024

Terjawab Mengapa Megawati Belum Umumkan Capres, Ini Syarat yang Dipatok Ketum PDIP

Hasto minta agar pengurus dan kader PDIP di seluruh Indonesia tak terpengaruh mengenai capres-cawapres. Percayakan saja sama Megawati.

Tribun Bali/Rizal Fanany
Sekjen PDIP Hasto Kristianto (kiri) dan Wayan Koster (kanan) mendampingi Ketua Umum PDIP, Megawati saat Kongres V PDIP di Bali, Rabu 7 Agustus 2019. Hasto mengatakan Megawati masih mencari sosok pemimpin yang akan diusung sebagai Capres 2024. 

TRIBUN-BALI.COM - Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri masih mencari sosok pemimpin yang kuat secara ideologis.

Ini alasan mengapa sampai saat ini PDIP belum mengumumkan calon yang akan diusung dalam Pilpres 2024.

Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, paling tidak Capres 2024 yang diusung PDIP adalah sosok yang pernah berkeliling ke seluruh Indonesia dan benar-benar mengenal rakyat.

Kata Hasto, dengan berkeliling Indonesia, calon pepimpin memahami kondisi Indonesia dengan keragaman budaya, sumber daya alam, hingga kondisi geografisnya yang dikelilingi lautan.

Maka Hasto meminta agar pengurus dan kader PDIP di seluruh Indonesia tak terpengaruh mengenai capres-cawapres. Kata dia, terkait Bursa Capres 2024 percayakan saja ke Ketua Umum PDIP Megawati.

Baca juga: Menerka Tujuan Megawati Tugaskan Puan Dekati Ketum Parpol Jelang Pilpres 2024

“Kader PDIP harus taat asas. Ibu Mega mempertimbangkan yang terbaik bagi bangsa dan negara," kata Hasto dalam Rapat Tiga Pilar Partai PDIP Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menindaklanjuti hasil Rakernas II Minggu 17 Juli 2022.

"Mencari pemimpin yang betul-betul mengakar pada rakyat, dipimpin oleh ideologi Pancasila sehingga bisa menentukan arah masa depan. Itu yang dicari Bu Mega,” sambung dia.

Hasto mengatakan Megawati juga mencari sosok pemimpin yang bisa menyelesaikan masasalah rakyat dan membangun masa depan.

Hasto meminta pengurus dan kader partai se-Indonesia belajar dari semangat perjuangan Proklamator RI Bung Karno dan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.

Hasto menjelaskan, PDIP dulu kerap partai yang selalu dikerdilkan, partai yang hanya dijadikan asesoris demokrasi.

Tapi Megawati belajar dari Bung Karno, bahwa semuanya harus berangkat dari sebuah ide.

“Ide gagasan ini akan menciptakan suatu spirit juang. Spirit juang ini akan menciptakan tekad dan tindakan.

Menciptakan tindakan nasional. Ini yang kita pelajari dari Bung Karno dan Bu Mega,” demikian kaa Hasto.

“Bu Mega juga berangkat dari ide. Jadi ini ide yang sepertinya tak mungkin dijalankan saat itu.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved