Breaking News:

Pemilu 2024

KPU Buleleng Target Partisipasi Pemilih 80 Persen

KPU Buleleng Target Partisipasi Pemilih 80 Persen Komisi Pemilihan Umum (KPU) Buleleng menargetkan jumlah partisipasi pemilih pada Pemilu 2024 nanti

Tribun Bali
Ratu Ayu Astri Desiani/ Ketua KPU Buleleng,  Komang Dudhi Udiyana menerima kunjungan Tribun Bali, Selasa (19/7).  

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Buleleng menargetkan jumlah partisipasi pemilih pada Pemilu 2024 nanti mencapai 80 persen.

Berbagai upaya pun terus dilakukan, agar masyarakat bersedia menyalurkan aspirasinya untuk datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS). 

Salah satunya dengan  melakukan sosialisasi ke desa-desa yang tingkat partisipasinya rendah.

Baca juga: 329 Formasi PPPK Guru Diusulkan Jembrana, Tahap 3 Segera Dilaksanakan, Tunggu Juknis Pusat

Ketua KPU Buleleng,  Komang Dudhi Udiyana mengatakan, saat Pemilu beberapa waktu lalu, tingkat partisipasi pemilih di Buleleng hanya 75 persen. Jumlah ini paling rendah di Bali.

Hal ini terjadi lantaran banyak masyarakat Buleleng yang merantau ke luar daerah untuk bekerja. Sementara administrasi kependudukannya masih tercatat sebagai penduduk Buleleng. 

Berkaca dari Pemilu sebelumnya, desa yang tingkat partisipasi pemilihnya rendah adalah Desa Julah di Kecamatan Tejakula, Desa Suwug di Kecamatan Sawan dan Desa Rangdu di Kecamatan Seririt.

Untuk meningkatkan partisipasi pemilih, KPU Buleleng kata Dudhi, telah melakukan sosialisasi ke tiga desa tersebut.

Dari sosialisasi itu diharapkan aparatur desa dan tokoh masyarakat membantu pembentukan relawan demokrasi di wilayahnya. 

"Sosialisasi juga kami lakukan disegala segmen. Mulai dari perempuan, pemilih pemula, hingga disabilitas.

Sosialisasi kami lakukan secara bertahap. Jadi mudah-mudahan masyarakat bisa ikut serta dalam Pemilu 2024 nanti.

Untuk yang merantau, bisa meluangkan waktunya pulang dan datang ke TPS untuk menyalurkan aspirasinya," katanya saat menerima kunjungan Tribun Bali, Selasa (19/7). 

Baca juga: Candi Bentar NYARIS TERGERUS, Senderan Pura Manik Mas  Klungkung Longsor

Dudhi pun tidak menampik beberapa bulan jelang Pemilu, masa jabatan Komisioner KPU  akan habis, atau tepatnya pada Oktober 2024. Dari lima komisioner yang ada, dua diantaranya telah menjalankan tugas selama dua periode.

Diantaranya Devisi Perencanaan Data dan Informasi, Nyoman Gede Cakra Budaya serta Devisi Teknis Penyelenggaraan. 

"Dua devisi ini sebenarnya sangat krusial, sangat dibutuhkan jelang Pemilu.

Namun kami akan berserah kepada kebijakan KPU RI. Apapun kebijakan yang dilakukan, kami siap," tandasnya. (*) 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved