Berita Tabanan
Kabar Gembira, Tabanan Cari 300 hingga 500 PMI Bekerja di Pesiar, Simak Syaratnya
Dinas Tenaga Kerja (Dinasker) Tabanan bekerjasama dengan pihak ketiga yakni PT Bali Paradise Citra Dewata (BPCD), untuk menggelar job recruitment bag
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Marianus Seran
TRIBUN-BALI.COM, TABANAN- Dinas Tenaga Kerja (Dinasker) Tabanan bekerjasama dengan pihak ketiga yakni PT Bali Paradise Citra Dewata (BPCD), untuk menggelar job recruitment bagi warga Tabanan untuk bekerja di Kapal Pesiar.
Sedikitnya, ada sekitar 300 warga yang dibutuhkan untuk mengikuti walk interview yang akan dilaksanakan pada Senin 25 Juli 2022, di kantor Disnaker Tabanan.
Kepala Disnaker Tabanan, I Nyoman Putra mengatakan, dalam rekeuitment untuk bekerja sebagai PMI (Pekerja Migran Indonesia) dibutuhkan sekitar 300 orang.
Namun untuk pendaftaran bisa lebih dari 300, dengan kata lain 500 pelamar juga lebih baik. Nantinya, mereka akan mengikuti Walk Interview.
Atau melaksanakan screening dokumen dan tes wawancara langsung pada hari itu juga (25 Juli).
Dalam pre screening itu, syarat yang harus dibawa oleh pelamar ialah ijazah terakhir, passport, sertifikat/surat keterangan kerja dalam bahasa Inggris dengan minimal pengalaman kerja 1,5 tahun.
Kemudian, syarat lainnya ialah apprasial rating card untuk ex kapal, dan seaman’s book untuk ex kapal.
“Rekruitment pre screening akan digelar di disnaker.
Untuk kelanjutan baru P3MI (Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia), untuk mengumpulkan calon kandidat dalam seleksi tahap selanjutnya,” ucapnya Kamis 21 Juli 2022.
Baca juga: Keluarga Brigadir J Minta Perlindungan TNI Karena Ferdy Sambo Minta Perlindungan LPSK
Menurut dia, bahwa nantinya ketika lolos dalam seleksi maka pihaknya akan mengumumkan melalui media sosial resmi Disnaker Tabanan dan perusahaan terkait.
Dan saat tes, maka Dinasker dan BPCD yang akan langsung melakukan tes. Sedangkan
tugas utama disnaker adalah pada saat perekrutan seleksi dan pencatatan administrasi untuk oenempatan kerja pada permohonan ID, sesuai Permen 2019.
Dan nantinya seleksi akan digelar mulai pukul
09.00 Wita sampai 17.00 Wita.
“Kami bekerjasama dengan perusahaan karena memang dalam proses, kami yakini perusahaan itu track record cukup baik.
Atau menempatkan pekerja cukup baik saat di luar negeri,” ungkapnya.
Menurut dia,khusus untuk pengalaman kerja 1,5 tahun yang menjadi syarat.
Dirinya mendetailkan bahwa untuk itu pelamar pertama yang bekerja di pesiar, tidak apa-apa.
Dengan catatan memiliki pengalaman di bidang yang dituju dengan pengalaman 1,5 tahun tersebut.
Dan untuk departemen atau bidang yang menjadi lowongan ialah untuk departemen Bar, Galley, Housekeeping, Entertaiment, Restaurant, Deck, Engine dan SPA.
300 pelamar itu nantinya dicari untuk delapan departemen tersebut.
Dan dari delapan departemen itu ada banyak sub spesifik yang bisa dilamar oleh pelamar.
“Jadi misalnya dia kerja sebelumnya di hotel sebagai bartender atau apa di Bali, tidak apa-apa, asalkan pengalaman 1,5 tahun di hotel atau restauran itu,” jelasnya.
Baca juga: Katalog Lengkap Promo Indomaret Juli 2022, Kebutukan Mandi & Cuci Diskon, Potongan Pakai Shopeepay
Ia menegaskan, untuk perusahaan sendiri sebelum bekerjasama memang pihaknya melihat dan meneliti terlebih dahulu.
Dan dipastikan bahwa BPCD ialah P3MI yang terdaftar resmi dan memiliki SIP2MI (surat ijin perekrutan perekrutan pekerja Migran Indonesia).
Sehingga, perusahaan yang semacam itu memiliki jaminan dokumen negara yang dibuat olehnya sebagai agen memiliki lowongan di luar negeri, kemudian disahkan oleh Kedubes RI di luar negeri.
“Jadi saat ini perusahaan membuka lowongan ada SIP2MI sudah dipastikan penempatan prosedural jadi tidak akan terkatung-katung,” jelasnya lagi.
Menurut dia, adanya terkantung-katung, karena tidak prosedural, seperti visa kerja bukan visa kerjac namun visa turis.
Misalkan negara tujuan Vietnam, tetapi karena non prosedural visa dibuat holiday maka kemudian dibawa ke Singapura atau Thailand baru ke Vietnam.
Perusahaan non prosedural itu tidak memiliki ikatan kontrak dengan PMI. Sehingga, terjadilah PMI yang terkatung katung di negeri orang.
“Jadi kuncinya adalah prosedural. Atau P3MI mempunyai SP2Mi. Di luar itu, di dinas sesuai Permenkuman nomor 8 tahun 2014 kami merekomendasikan bekerja untuk memperoleh paspor, agen harus resmi dan prosedural.
Yang kedua, pwrusahaan akan menguruskan visa kerja (bukan visa turi/holiday) di negara penempatan,” tegasnya.
Ia menambahkan, bahwa dari pengalaman memang pekerja di kapal pesiar atau pariwisata memang animo cukup tinggi.
Sebelumnya, dari dua kali job fair dengan 40 perusahaan atau booth industri pariwisata, 1500-an orang pelamar, yang masuk sekitar 500-an orang.
Tabanan adalah kantong PMI nomor dua setelah Buleleng yang kompeten atau bersertifikat, atau menengah ke atas dan berpengalaman.
Sedangkan sallary sendiri nantinya, dimulai dari 700 dolar Amerika, dengan kontrak awal delapan hingga 10 bulan, kontrak pertama sekali naik kapal.
“Kalau setiap penempatan ada biaya, kalau walk In interview tanpa biaya (banyak job fair berbayar) atau gratis.
Kalau lulus harus ditanggung, misalnya cek kesehatan, visa dan tiket oleh PMI,” bebernya.
Baca juga: Sinyal Target Gulingkan Persib Bandung di Laga Perdana Liga 1, Singgung Kelas Diatas Rata-rata
312 PMI Sudah Berangkat Ke Luar Negeri Sejak Januari 2022
Kepala Disnaker Tabanan, I Nyoman Putra menyatakan, bahwa sejak Januari 2022 hingga Juni 2022 sudah sebanyak
312 PMI sudah berangkat ke Luar Negeri. Penempatan ke perusahaan asing itu sesuai yang tercatat ID CPMI di pihaknya.
Dan seluruhnya memang merupakan pekerja yang bekerja sejak melanggarnya pandemi.
“Saat ini sudah 312 yanf tercatat di kami. Tapi jumlah itu bisa jadi lebih dari itu,” katanya.
Nyoman Putra meyakini lebih, dengan alasan bahwa penempatan PMI itu ada beberapa cara. Pertama penempatan melalui catatan pihaknya, kemudian penempatan mandiri dilakukan oleh UPT BP3MI Denpasar dan ketiga G2G (Goverment to Goverment).
Pendek kata, disinyalir untuk dua jalur di atas bisa jadi warga Tabanan masuk dan bekerja di luar negeri.
“Alasannya saat ini Eropa sedang membutuhkan banyak sekali pekerja di bidang konstruksi kemudian perkebunan.
Dan Jepang saja, sudah tidak menyetop kebutuhan magang. Namun sekarang kebutuhan ialah bekerja sebagai pegawai, bukan pekerja magang,” akunya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kadisnaker-tabanan-337.jpg)