Pemilu 2024

NasDem Dekat Sama PKS, PDIP Tak Mau Apalagi Ada Nama Anies Jadi Capres

Hasto Kristiyanto mengaku tak mau mengganggu urusan partai politik lain. Termasuk soal manuver parpol membangun koalisi untuk Pemilu 2024.

Kolase Tribunnews.com/Kompas.com
PDI Perjuangan tak mau mengganggu urusan partai politik lain termasuk kans PDIP kerja sama dengan NasDem untuk Pilpres 2024. PDIP menilai NasdDem sudah dengan PKS. 

TRIBUN-BALI.COM - Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengaku tak mau mengganggu urusan partai politik lain. Termasuk soal manuver parpol membangun koalisi untuk Pemilu 2024.

Hasto menyampaikan hal ini merespons pertanyaan soal kans PDIP melakukan kerja sama politik dengan Paratai NasDem untuk Pilpres 2024.

Partai NasDem sudah menjalin komunikasi ke sejumlah partai politik, salah satunya Partai Keadilan Sejahtera ( PKS). Sedangkan capres 2024 yang bisa diusung NasDem adalah Anies Baswedan, Ganjar Pranowo dan Andika Perkasa.

"Kemudian juga dengan PKS yang kemudian Rakernas NasDem itu kan majority-nya memberikan preferensi kepada Pak Anies sebagai calon presiden. Tentu saja PDI Perjuangan menghormati itu," kata Hasto, Kamis 21 Juli 2022.

Baca juga: Sekjen PDIP Sindir Parpol yang Tak Usung Kader Sendiri, Tertuju Pada Surya Paloh?

Hasto menegaskan, PDIP dan NasDem bekerja sama mengusung Joko Widodo (Jokowi) sebagai presiden dua periode, yaitu pada Pilpres 2014 dan 2019.

Kini, kata Hasto, Nasdem sudah melakukan komunikasi politik salah satunya dengan PKS dan parpol lainnya.

Ia menyakini, jika pertemuan Nasdem dengan partai politik itu akan berujung kerja sama politik. Maka dari itu, partai berlambang banteng moncong putih itu pun menghormatinya.

"Menghormati langkah-langkah organisatoris melalui langkah Rakernas, termasuk pertemuan silaturahim antar ketua umum partai politik yang di dalam berbagai rilis yang disampaikan itu kan sudah mengarah pada bentuk kerja sama partai politik," ucap Hasto.

Hasto mengatakan, PDI Perjuangan secara jelas menyatakan tak akan membangun kerja sama politik dengan Partai Keadilan Sejahtera ( PKS).

Hal itu disampaikan Hasto saat ditanya kemungkinan bergabung NasDem dan PKS dalam Pemilu 2024, di sela-sela Rakernas II PDIP di Sekolah Partai Lenteng Agung, Jakarta. "Ya kalau dengan PKS tidak," kata Hasto.

Meski demikian, Hasto pun tak menjelaskan secara gamblang alasan kenapa PDIP enggan berkoalisi dengan PKS.

Hasto Kristiyanto juga sindir partai lain yang elektabilitasnya turun, tapi malah memunculkan kader partai lain sebagai capres 2024.

Hasto tak menunjuk partai mana yang dimaksud. Hasto meminta agar pengurus dan kader partainya di seluruh Indonesia tak terpengaruh mengenai Bursa Capres 2024. Ia minta percayakan dengan Ketum PDIP. 

NasDem adalah partai yang tak mengusung kader sendiri. Merasa dicolek, Elite NasDem Zulfan Lindan membantah pernyataan Hasto Kristiyanto.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved