Berita Buleleng

Sempat Diberikan Sanksi, Imigrasi Sebut TKA Baru di PLTU Celukan Bawang Legal

Tim Intelijen Keimigrasian, Kantor Imigrasi Kelas II Singaraja telah melakukan pengecekan dan pendataan terhadap penambahan Tenaga Kerja Asing di PLTU

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas II Singaraja, I Made Rusdiko ditemui Jumat 22 Juli 2022. 

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Tim Intelijen Keimigrasian, Kantor Imigrasi Kelas II Singaraja telah melakukan pengecekan dan pendataan terhadap penambahan Tenaga Kerja Asing di PLTU Celukan Bawang.

Hasilnya, pihak Imigrasi memastikan seluruh TKA yang bekerja legal, dengan mengantongi Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITA) serta visa kunjungan jenis B211B. 

Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas II Singaraja, I Made Rusdiko ditemui Jumat (22/7) mengatakan, pasca menerima adanya tambahan tenaga kerja di PLTU Celukan Bawang, Tim Intelijen Keimigrasian langsung melakukan pengecekan, pada Jumat (15/7).

Tercatat  ada 56 orang tenaga asing yang didatangkan oleh pihak PLTU, dan sebagian besar merupakan warga asal China. 

Baca juga: PLTU Celukan Bawang Diberi Sanksi Tertulis, Tidak Melapor Saat Rekrut Tenaga Kerja Baru

Dari hasil pengecekan itu, Rusdiko mengatakan dari 56 TKA yang ada, 20 di antaranya memegang KITAS.

Sementara sisanya mengantongi visa kunjungan jenis B211B.

Dijelaskan Rusdiko, berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor M.HH-3.GR.01.01 Tahun 2022, TKA dapat memegang visa kunjungan jenis B211B sebab untuk kepentingan industri yang bersifat mendesak, untuk memperbaiki mesin yang ada di PLTU.

Kegiatan yang dilakukan oleh PLTU ini juga masuk dalam proyek strategis nasional, untuk mendukung kebutuhan listrik di Bali. 

Visa kunjungan jenis B211B hanya berlaku selama 60 hari.

Baca juga: PLTU Celukan Bawang Pastikan Operasional Tetap Berjalan Normal

Apabila masa berlakunya telah habis, maka visa dapat diperpanjang atau dialihkan menjadi KITAS. Rusdiko tidak menampik, banyak pihak yang beranggapan bahwa visa kunjungan tidak bisa digunakan untuk bekerja.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved