Berita Tabanan

Congkel Warung Mabil Stik Biliar dan Speaker, Komang Cecep Dibekuk

I Komang R, 22 tahun, warga Banjar Dinas Kelaci, Desa Marga Dauh Puri Kecamatan Marga Tabanan, dibekuk anggota unit Reskrim Polsek Marga.

istimewa
Tersangka dan barang bukti yang disita oleh Polisi. (ist). 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN- Komang R, 22 tahun, warga Banjar Dinas Kelaci, Desa Marga Dauh Puri Kecamatan Marga Tabanan, dibekuk anggota unit Reskrim Polsek Marga.

Komang melakukan pencurian berupa stik biliar dan speaker di sebuah warung di Desa Tegaljadi Kecamatan Marga. Akibatnya, tersangka pun dijebloskan ke penjara.

Kapolsek Marga, AKP I Gede Budiarta mengatakan, bahwa kejadian pencurian terjadi sekitar pukul 17.00 Wita pada 14 Juli 2022 lalu. Tersangka juga merupakan seorang residivis dalam kasus pencurian juga, yang mencuri kedua barang bukti milik korban I Putu Agus M.

Tersangka dan barang bukti yang disita oleh Polisi. (ist).
Tersangka dan barang bukti yang disita oleh Polisi. (ist). (istimewa)

Cara korban sendiri, yakni dengan melepas gembok di kusen pintu dengan kunci sepeda motor kemudian masuk dan mengambil barang bukti curian tersebut. Korban sendiri mengalami kerugian sekitar Rp 1,8 juta dari dua barang yang hilang.

“Tersangka merupakan residivis yang juga pernah melakukan pencurian,” ucapnya Kamis 28 Juli 2022.

Budiarta menjelaskan, awal diketahuinya pencurian, saat korban hendak sembahyang atau mebanten di warung biliar miliknya.

Nah, pada saat akan masuk mendapati gerendel gembok sudah rusak atau tercongkel. Kemudian dua barang yang dicuri oleh tersangka yang ada di dalam warung, raib.

“Dari kehilangan akhirnya korban melaporkan kejadian itu ke kami,” ungkapnya.

Ia mengurai, dari kejadian itu akhirnya dilakukan penyelidikan. Dan diperoleh informasi bahwa ada yang menjual stick biliar yang berlokasi di sebelah utara pasar OB Tabanan.

Akhirnya, anggota pun melakukan penyelidikan dan mendapati tersangka yang biasa disapa Cecep itu menjual barang curiannya tersebut.

“Dan akhirnya diketahui bahwa tersangka yang menjua kemudian kami tangkap di rumahnya dengan barang bukti tersebut,” bebernya.

Ia menambahkan, bahwa tersangka mengakui kejadian pencurian dilakukan sekira pukul 01.00 Wita dini hari. Dan mengaku yang membuka gembok hanya dengan kunci sepeda motor.

Dan untuk stick biliar itu dijual seharga Rp 100 ribu. Kemudian uang itu digunakan untuk membeli pulsa dan kebutuhan sehari-hari. (ang).

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved