Berita Denpasar

Kasus Narkoba Puluhan Miliar Disidangkan di PN Denpasar

Kasus narkoba seberat 38 kilogram lebih dengan nilai mencapai Rp 56 miliar mulai disidangkan secara daring atau online di Pengadilan Negeri (PN) Denpa

Penulis: Putu Candra | Editor: Harun Ar Rasyid
Tribun Bali/Dwi S
Ilustrasi Narkoba - Kasus Narkoba Puluhan Miliar Disidangkan di PN Denpasar 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kasus narkoba seberat 38 kilogram lebih dengan nilai mencapai Rp 56 miliar mulai disidangkan secara daring atau online di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Kamis, 28 Juli 2022.

Dalam perkara ini mendudukan tiga orang sebagai pesakitan.

Adalah terdakwa Anak Agung Gede Oka Panji (49) dan dua terdakwa dalam berkas terpisah, yaitu I Ketut Subagiastra (35) dan Komang Suwana (48).

Jaksa penuntut umum dalam surat dakwaannya mendakwa ketiga terdakwa dengan pasal berlapis. Yakni dakwaan pertama, Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) UU RI No.35 tentang Narkotik. Dakwaan kedua Pasal 62 juncto Pasal 71 ayat (1) UU RI No.35 tentang Narkotik.

Ilustrasi Narkoba - Kasus Narkoba Puluhan Miliar Disidangkan di PN Denpasar
Ilustrasi Narkoba - Kasus Narkoba Puluhan Miliar Disidangkan di PN Denpasar (Tribun Bali/Dwi S)

Selain itu JPU juga memasang Pasal 112 ayat (2) Jo. Pasal 132 ayat (1) dan Pasal 111 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) UU yang sama. Pula, dakwaan ketiga Pasal 62 juncto Pasal 71 ayat (1) UU yang sama, serta Pasal 131 UU yang sama.

Diungkap dalam surat dakwaan yang dibacakan jaksa penuntut I Bagus PG Agung dan I Made Agus Sastrawan, bahwa narkoba berbagai jenis itu adalah milik seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Australia yang dipanggil Mr Apple (buron). Diduga, awalnya narkotik itu dibawa ke Vila Jepun milik terdakwa Oka Panji di Jalan Dewi Saraswati, Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Badung, awal Januari 2022.

Di mana, di vila tersebut terdakwa Subagiastra juga bekerja sebagai petugas bersih-bersih. Lebih lanjut dijelaskan jaksa penuntut, Mr Apple menyewa kamar vila selama lima bulan dari Januari – Mei 2022. Harga sewa lima bulan sebesar Rp 50 juta, akan tetapi baru dibayar sebesar Rp 20 juta.

Bulan Pebruari 2022, ada sebuah mobil APV warna putih datang ke vila. Sopir mobil tersebut menanyakan keberadaan Mr. Apple kepada terdakwa Subagiastra. Subagiastra kemudian mengarahkan sopir tersebut ke kamar Mr. Apple. Beberapa saat kemudian sopir dan Mr. Apple keluar dari kamar dan mengambil bungkusan warna putih dari mobil. Bungkusuan itu langsung dibawa masuk ke dalam kamar, setelah itu sopir pergi.

Akhir Februari 2022, Mr. Apple mengatakan kepada Subagiastra akan pulang untuk ke negaranya selama dua bulan karena ada urusan. Saat itu Mr. Apple melarang Subagiastra untuk masuk ke kamarnya.

Namun, tanggal 15 Maret 2022 sekitar pukul 16.00 Wita, Subagiastra masuk ke kamar itu dengan tujuan akan membersihkan, lantaran sudah dua pekan tidak pernah dibersihkan.
Subagiastra lalu masuk ke kamar itu menggunakan kunci duplikat. Saat melakukan pembersihan, Subagiastra sempat membuka tutup tong kayu warna cokelat yang ada di dalam kamar. Di dalamnya ada paket bungkusan teh cina warna emas bertuliskan “Guanyinwang”.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved