Persib Bandung
Datang ke Persib Bandung dengan CV Mentereng, Nasib Robert Alberts di Liga 1 Bakal Berakhir Tragis?
Datang ke Persib Bandung dengan CV Mentereng, Nasib Robert Alberts di Liga 1 Bakal Berakhir Tragis?
Menjadi juara Liga Indonesia pada musim 2009/2010 bersama Arema Indonesia dan membuat PSM Makassar menjadi kesebelasan yang kembali disegani dalam beberapa tahun terakhir.
Robert lahir di Amsterdam, Belanda pada 14 November 1954. Dia memulai karier sebagai pesepak bola tatkala berhasil masuk ke akademi Ajax Amsterdam pada 1966.
Tidak mendapat tempat di skuat senior Ajax, Robert memutuskan hijrah ke Liga Amerika Serikat untuk bermain di Vancouver Whitecaps. Di sana, Robert bermain dari 1975 hingga 1976.
Satu tahun berselang atau tepatnya 1977, Robert kembali ke Eropa dengan bermain untuk Clermont Foot yang berlaga di Liga Perancis.
Di sana Robert Alberts tak bertahan lama dan melanjutkan kariernya di Råå IF yang berkompetisi di Liga Swedia.
Puncak karier sebagai pemain sepak bola profesional terjadi tatkala Robert memperkuat Hittarps IK di divisi dua Liga Swedia. Di sana dia sempat meraih beberapa trofi dan menjadi titik awal mulai melatih.
Di Hittarps IK, Robert selain bermain sempat menjadi pelatih saat usianya 30 tahun. Barulah di musim kedua, dia benar-benar bekerja sebagai pelatih.
Kendati tak meraih gelar juara, Robert mendapat apresiasi dari manajemen Hittarps IK karena berhasil meningkatkan kemampuan pemain melalui metode latihannya.
Setelah melatih Hittarps IK pada tahun 1984-1987, Robert memutuskan pindah ke tim Liga Swedia lainnya, Astorps IK.
Di sana, Robert semakin terasah kemampuan melatihnya hingga memberanikan diri terbang ke benua Asia.
Klub Asia pertama Robert adalah Kedah FA yang ia latih dari musim 1992-1995. Setelahnya, Robert hijrah ke Singapura dengan melatih beberapa klub seperti Tanjong Pagar (1996-1998) dan Home United 1999.
Di Home United, Robert sukses meraih gelar juara Liga Singapura. Lebih spesialnya lagi, Robert kala itu menjadi juara tanpa satu kali pun menelan kekalahan.
Panggilan untuk melatih Timnas pun mulai berdatangan untuk Robert. Mulai dari Timnas Korea Selatan U-19 (2002-2004) hingga Timnas Malaysia U-19 (2007).
Lalu dia pun pernah menjadi Direktur Teknik Football Association of Malaysia (FAM) (2005-2008).
Bertahun-tahun di Malaysia, Robert mendapat tawaran untuk melatih klub di Indonesia pada musim 2009/2010. Menurut pengakuannya, dia sebenarnya ditawari untuk melatih Persija Jakarta.