Berita Klungkung

Mengapa Petani Rumput Laut di Nusa Penida Tak Mau Lagi Kembali ke Pariwisata

Pandemi Covid-19 mengajarkan mereka, memberikan pengalaman berharga bagi petani rumput laut. Mereka dulu berbondong-bondong beralih ke pariwisata.

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: I Putu Darmendra
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Aktivitas para petani rumput laut di pesisir Jungutbatu, Nusa Penida, Klungkung, Bali. Mereka tak mau kembali ke sektor pariwisata karena bertani rumput laut menjanjikan. 

TRIBUN-BALI.COM - Pariwisata di Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali mulai menggeliat.

Ini ditandai dengan mulai ramainya wisatawan yang berkunjung ke Nusa Penida.

Meski sudah ramai lagi, namun petani rumput laut sebagian besar memilih bertahan dengan aktivitasnya.

Mengapa?

Pandemi Covid-19 ternyata mengajarkan mereka, memberikan pengalaman berharga bagi para petani rumput laut.

Mereka dulu berbondong-bondong beralih ke pariwisata saat sedang jaya-jayanya. Namun ketika pandemi mengahajar, sektor yang dianggap menjanjikan itu ternyata ringkih. 

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Klungkung, I Dewa Ketut Sueta Negara mengungkapkan, saat ini para petani rumput laut di Nusa Penida masih bertahan meski pariwisata berlahan pulih.

Baca juga: Kisah Pelaku Wisata di Nusa Penida Bertahan Saat Pandemi Covid-19, Kembali Budidaya Rumput Laut

Selain itu, faktor harga rumput laut yang saat ini sedang bagusnya juga menjadi alasan para petani rumput laut lebih memilih tetap melanjutkan aktivitasnya daripada terburu-buru beralih ke sektor pariwisata lagi.

Kalau sebelumnya harga rumput laut berkisar Rp 15 ribu sampai Rp 16 ribu per kilogram. Saat ini harga rumput laut kering mencapai Rp 38 ribu per kilogram.

"Harga rumput laut lagi bagus, harga yang kering mencapai Rp38 ribu per kilogram," ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Klungkung, I Dewa Ketut Sueta Negara, Kamis 4 Agustus 2022

Harga rumput laut bagus karena tingginya permintaan dari luar negeri seperti Tiongkok, Korea, Jepang dan beberapa negara lainnya.

Ketersediaan rumput laut kering masih cukup terbatas, meski beberapa daerah di Nusa Penida tengah masa panen rumput laut.

“Di Lembongan bulan ini termasuk panen raya. Produksi bagus, hanya sedikit yang kena ais-ais dan dimakan ikan.

Sementara di Desa Semaya, yang sekarang kurang bagus musimnya sehingga banyak yang belum bisa budidaya rumput laut.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved