Berita Bali

PHRI Bali: Tingkat Hunian Hotel Juli-Agustus 65 Persen, 2 Wilayah Dapat Okupansi Tinggi

PHRI Bali menyatakan tingkat hunian atau okupansi hotel di Bali pada musim liburan Bulan Juli-Agustus berada di angka 65 persen

Dok. Tribun Bali
PHRI Bali menyatakan tingkat hunian hotel di Bali pada musim liburan bulan Juli-Agustus berada di angka 65 persen. Angka ini masih di bawah target yang biasanya pada high season okupansinya mencapai 80 persen. Turunnya okupansi hotel diakibatkan hantaman gelombang pandemi Covid-19. 

TRIBUN-BALI.COM - Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Bali menyatakan tingkat hunian atau okupansi hotel di Bali pada musim liburan Bulan Juli-Agustus berada di angka 65 persen.

Angka tersebut masih di bawah target, yang biasanya pada high season okupansi hotel di Bali mencapai 80 persen.

Ketua Bidang Budaya, Lingkungan dan Humas PHRI Bali, I Gusti Ngurah Suryawijaya menyatakan okupansi 65 persen tersebut berlaku secara regional di Bali. Dengan artian setiap kawasan memiliki okupansi berbeda.

"Seperti di kawasan Nusa Dua bisa mencapai 80 persen. Kawasan lain seperti Kuta baru 50 persen, Sanur dan Ubud sudah 60 persen. Sedangkan Candi Dasa masih 40an (persen), daerah Lovina kurang dari 40 persen,” jelasnya, Kamis 4 Agustus 2022.

Suryawijaya mengatakan wilayah Nusa Dua dan Canggu menjadi kawasan paling tinggi okupansinya saat ini.

Ia mengatakan, wisatawan yang mendominasi kunjungan ke Bali dari Asutralia.

Baca juga: Wisman Bisa Sumbang Uang Lewat Aplikasi Love Bali, Ketua PHRI Badung: Ini Kontribusi Bukan Retribusi

Meski demikian, kata Rai Suryawijaya, secara regional jumlah kunjungan ke Bali saat ini masih di bawah target yang biasanya pada high season okupansi mencapai 80 persen.

“Karena ini pemulihan, memang tidak bisa begitu saja. Melainkan secara bertahap,” imbuhnya.

Terkait okupansi di kawasan Nusa Dua, Managing Director The Nusa Dua I Gusti Ngurah Ardita mengatakan, rata-rata Juni-Juli mencapai 63 persen.

Kata dia, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (yoy), peningkatan okupansi sebesar 71 persen.

Ia berharap, kondisi ini diharapkan terus mengalami peningkatan dibarengi dengan event-event internasional yang berlangsung di Bali.

Terlebih Nusa Dua menjadi kawasan yang difokuskan untuk penyelengaraan KTT G20 mendatang.

Bagaimana dengan booking hotel saat puncak KTT G20 November mendatang? ia mengaku masih memantau.

Pasalnya saat ini untuk tempat para delegasi masih diadakan persiapan dan koordinasi dengan para pengelola.

"Siapa saja yang akan menginap di Nusa Dua dan dimana saja. Ini sedang kami komunikasikan dengan Setneg dan Kementerian Luar Negeri untuk bisa monitoring dimana saja untuk tempat tinggal para delegasi dan kepala negara yang akan mengikuti KTT G20," jelasnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved