Berita Klungkung

Sampai Sekarang Harga Kamar di Nusa Penida Anjlok Meski Turis Sudah Ramai

Para pelaku pariwisata di Nusa Penida dua tahun ini menjual harga kamar dengan sangat murah agar dipesan wisatawan.

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: I Putu Darmendra
ISTIMEWA
Penginapan di Desa Bungamekar, Nusa Penida Klungkung, Jumat 5 Agustus 2022. Meski turis sudah ramai yang datang, namun harga kamar penginapan masih anjlok. 

TRIBUN-BALI.COM - Industri pariwisata Nusa Penida, Klungkung menujukkan tanda pemulihan.

Wisatawan yang datang ke pulau yang berjuluk The Blue Paradise Island tersebut mulai ramai.

Angin segar untuk para pelaku pariwisata, khususnya pemilik penginapan di Nusa Penida.

Setelah dua tahun tutup karena pandemi Covid-19, beberapa pemilik penginapan kembali bersiap-siap membuka usaha mereka.

"Sudah mulai ramai wisatawan di Nusa Penida, bahkan pesanan kamar sudah mulai ada masuk," ujar pelaku pariwisata asal Nusa Penida, I Ketut Kusetyawan, Jumat 5 Agustus 2022.

Kata pria asal Desa Bungamekar, Klungkung itu, untuk membuka kembali usahanya, ia harus mengeluarkan uang yang cukup banyak.

Baca juga: Mengapa Petani Rumput Laut di Nusa Penida Tak Mau Lagi Kembali ke Pariwisata

Kata dia, banyak yang harus dibenahi setelah dua tahun tutup, seperti menata kebun, perbaiki toilet, keran air, hingga mengganti TV dan Wifi.

"Lumayan keluar duit untuk buka kembali. Ini saya kembali pasang Wifi, ganti TV, keran air juga banyak rusak selama tutup. Lumayan juga biaya yang keluar untuk kembali buka," keluhnya.

Walau mulai ada pesanan kamar, namun harganya masih anjlok.

Sebelum pandemi, harga kamar di penginapannya mencapai Rp 400 ribu per malam. Namun saat ini harganya kisaran Rp 200 ribuan per malamnya.

"Sudah ada tiga pesanan kamar, jadi tiga kamar di penginapan saya dapatnya Rp725 ribu permalam. Jadi satu kamar ini kisaran Rp240 ribu permalam," ungkapnya.

Kondisi ini menurutnya tidak lepas dari perang tarif penginapan yang marak terjadi di Nusa Penida pasca pandemi Covid-19.

Baca juga: Dua Tahun Ditiadakan, Nusa Penida Festival Kembali Digelar Tahun Ini

Para pelaku pariwisata rela menjual harga kamar mereka dengan sangat murah agar dipesan wisatawan.

"Penginapan yang di dekat obyek wisata saja jual kamar sangat murah. Penginapan saya yang lokasinya agak jauh dari destinasi wisata, terpaksa juga jual kamar murah.

Paling penting ada pesanan kamar dan beroperasional dulu," demikian kata dia. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved