Berita Bali

BNNP Bali Tangkap ‘Dealer’ Kokain Jaringan Internasional, Wilayah Canggu & Seminyak Jadi Market

BNNP Bali mengungkap kasus besar narkoba jenis Kokain di Bali, berhasi menangkap 3 WNA dari jaringan internasional

Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
Para WNA tersangka kasus kokain dihadirkan dalam rilis di Kantor BNNP Bali, Denpasar, Jumat 5 Agustus 2022 - BNNP Bali Tangkap Dealer Kokain Jaringan Internasional, Wilayah Canggu & Seminyak Jadi Market 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali berhasil mengungkap kasus besar narkoba jenis Kokain dari tangan 3 orang warga negara asing (WNA) dari jaringan internasional.

Kepala Bali'>BNNP  Bali, Brigjen Pol Gde Sugianyar Dwi Putra mengatakan, 3 orang WNA tersebut berasal dari Meksiko berinisial JO, Brazil berinisial PED seorang koki dan Inggris berinisial CHR bekerja di bidang administrasi, ketiganya berperan sebagai "dealer" atau pemasok internasional.

"Setelah kami telusuri mereka adalah jaringan internasional, dealer penggunaan kokain, 80-90 persen memasok daerah Canggu dan Seminyak, kaum para bule yang mempunyai uang," kata Kepala Bali'>BNNP  Bali, Brigjen Pol Gde Sugianyar Dwi Putra

Sugianyar menjelaskan, pengungkapan kasus kokain ini membutuhkan waktu dan proses yang lama dan kokain merupakan barang bukti yang sangat jarang diungkap di Indonesia.

Baca juga: Komitmen Indonesia dan US DEA Berangus Jaringan Kartel Narkoba Skala Internasional

" Kokain ini jarang diungkap, kami sudah mengidentifikasi tahun kemarin di wilayah Kuta marak ada penyalahgunaan kokain," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemberantasan Bali'>BNNP  Bali, Putu Agus Arjaya menjelaskan, dari kasus kokain 3 orang WNA tersebut barang bukti yang diamankan berupa kokain 850 gram dan sisanya merupakan Hasis bulatan getah ganja yang banyak digunakan orang asing, dan metamfetamin masih dalam bentuk gelondongan dengan total keseluruhan BB 1 kilogram.

" Kokain ini bersifat stimulan yang dampaknya paling ampuh halusinasi dan rekreasi dan harganya di Indonesia per gram bisa 4-5 juta rupiah. Kokain berproduksi di Amerika Latin, tumbuh disebarkan hingga ke Indonesia," paparnya.

Ketiga WNA tersebut merupakan pemakai dan pemasok barang haram tersebut, pengungkapan diawali dengan penangkapan tersangka WNA Inggris di Villa kawasan Pererenan.

"Pertama WNA Inggris di villa Pererenan, lalu dikembangkan yang Brazil di Canggu dan terakhir WN Meksiko di Canggu di villa juga, ketiganya ditangkap pada bulan Juli 2022, kalau beroperasi ada yang tahun ini ada yang sudah beberapa tahun lalu," tutur dia.

Pihak Bea dan Cukai serta imigrasi juga tengah mendalami masuknya kokain tersebut dengan berbagi informasi, kewenangan dan domain pihak-pihak terkait.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved